Jakarta - Kawasan Bromo kini sudah dapat dikunjungi wisatawan. Berikut, beberapa imbauan bagi Anda yang dalam waktu dekat mau liburan ke sana.

Kawasan Bromo di Probolinggo sekarang sudah turun statusnya menjadi Waspada. Abu vulkanik pelan-pelan menghilang dan wisatawan sudah bisa mulai mendekat. Namun belum semua titik dibuka, baru sebatas sampai Lautan Pasir saja.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari seperti diwawancara detikTravel, Senin (29/2/2016) berikut beberapa imbauan untuk wisatawan yang dalam waktu dekat mau jalan-jalan ke Bromo:


1. Jangan naik kendaraan bermotor

"Jangan curi-curi naik kendaraan ke Lautan Pasir," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari.

Lautan Pasir Bromo sejak hari Sabtu (27/2/) kemarin sudah dibuka untuk wisatawan. Namun, setidaknya sampai tanggal 12 Maret mendatang kendaraan bermotor baik motor trail atau mobil Jeep dilarang masuk.

Sebabnya, masyarakat Tengger yang mayoritas memeluk ajaran Hindu sedang dalam rangakain Nyepi. Sehingga, mereka sedang menyucikan kawasan Bromo. Wisatawan tetap boleh datang, dengan berjalan kaki atau menyewa kuda.

"Harus jalan kaki atau naik kuda dari Pananjakan atau Cumoro Lawang. 12 Maret nanti, baru boleh masuk kendaraan," ujar Ayu.

2. Jangan naik sampai ke Kawah Bromo

"Tidak diperkenankan naik sampai ke kawah, batasnya sampai pura saja," tegas Ayu.

Hal tersebut menurut Ayu, demi keselamatan wisatawan sendiri. Tangga menuju Kawah Bromo saja, hingga saat ini masih tertutup abu vulkanik. Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pun masih terus melakukan perbaikan sarana dan pra sarana di sana seperti tangga menuju Kawah Bromo itu.

"Kita perkirakan, perbaikan sarana dan pra sarana bulan Maret besok sudah selesai. Baru setelah itu semuanya dibuka lagi," kata Ayu.

3. Hormati masyarakat Tengger

Masyarakat Tengger, sedang dalam rangkaian merayakan hari Nyepi. Maka dari itu, wisatawan diimbau tidak membuat gaduh dan menghormati mereka seperti salah satunya seperti pada poin nomor satu.

"Terkait dengan adat mereka agar berjalan dengan baik, kami bekerja sama dengan TNI, Polri dan pelaku-pelaku wisata," ujar Ayu.

Di awal tahun, adalah fase low season bagi kawasan Bromo. Artinya, tidak banyak wisatawan yang datang ke sana. Mungkin bagi Anda yang mau menikmati Bromo sampai maksimal, mungkin sekarang waktu terbaiknya.

"Februari Maret itu low season. Ramai lagi nanti, setelah Mei," tutup Ayu.