10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu
by Romi Satria Wahono
Mas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda)
Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas. (Irwan, Bandung)
Dua pertanyaan yang sering muncul ketika saya mengisi seminar dan workshop di kampus-kampus tentang entrepreneurship. Pertanyaan yang harus kita hargai karena generasi muda kita punya semangat untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada belas kasihan orang lain. Banyak cara saya menjawab, hanya mungkin untuk mahasiswa yang masih polos dan lugu, saya beri 10 kiat mudah seperti berikut ini.
-
Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua
-
Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik. Lho terus mau digimanain tuh?
-
Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari sf.net, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba Googling deh
-
Sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, oprek dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu nggak papa. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto (asal jangan porno) :) Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggat, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Nggak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi.
-
Eng-ing-eng … kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan nih, meskipun sederhana dan engine-nya ngambil dari contoh di buku atau opensource. Nah obrolkan dengan teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. Nggak perlu bayar kok, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya.
-
Hore berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0”
-
Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan Wordpress.Com atau Blogspot.Com. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana SIMAPO itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling yo
Ops jadi kelupaan, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia“. -
Masih belum boleh puas
Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya
. Jangan lupa update spanduk dan brosur, “Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia“. -
Alhamdulillah sudah dapat dua customer coi! Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi Portfolio :) Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan feedback dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000 gitu deh, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK
Mudah-mudahan bisa terus berkembang, atau dalam 1-2 tahun jangan-jangan sudah mulai bisa ikutan tender Departemen Kesehatan dengan pagu Rp 100 juta tuh untuk SIM Apotik … hehehe -
Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Lha siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku.
Nggak terasa, setelah melewati tahapan ke 10, dua mahasiswa lugu kita telah menjelma menjadi dua orang entrepreneur
Di saat teman-teman yang lain masih pontang-panting membawa surat lamaran pekerjaan, kedua mahasiswa ini ketika lulus sudah bisa mandiri, punya produk yang mapan, yang siap dijual dan ditawarkan ke berbagai institusi atau perusahaan. Ternyata masuk universitas tidak sia-sia lho, ilmu yang dipelajari di kampus alhamdulilah bisa digunakan untuk kehidupan kita, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru
Tetap dalam perdjoeangan!


























































































March 18th, 2008 at 18:01
Tips and triknya menarik mas Romi,,hehe
Idenya sebenarnya simple dan doable, tp butuh konsistensi banget…pernah kepikiran juga buat membisniskan hasil kerjaan kuliah, tp terhambat masalah kurang koneksi..hehehe..*alasan klasik siy*
March 18th, 2008 at 18:10
#Riky: Yup, konsistensi adalah perdjoeangan. Aku dulu di Jepang saja bisa hidup dari jualan software kok dik. Apalagi mahasiswa di Indonesia, aku yakin bisa
March 18th, 2008 at 20:16
He..he ide yang menarik banget mas
Sedikit menambah inspirasi bisnis bagi saya yang masih kuliah di sistem informasi ini…
March 18th, 2008 at 20:27
memang benar pak, dari pengalaman pribadi, sebenarnya tugas-tugas kuliah sudah bisa dikomersilkan (sesudah dipoles dikit di sana dan disini sih). tapi yang sulit itu ya menjaga konsistensi dan perjuangan untuk memasarkannya pak.
March 18th, 2008 at 20:45
#Bungcip: Sip, mudah-mudahn bisa segera implementasi
#Noval: Nggak perlu hardmarketing sebenarnya, cukup lewat blog atau lewat email signature saja. Jualannya ya sambil ngeblog, sambil kuliah, sambil ngomporin teman, dsb.
March 18th, 2008 at 22:19
Thanx banget atas tips and triknya, sangat membantu bagi mahasiswa kayak saya yang benar-benar lagi bingung (atau lugu kali
),
Yap, intinya dari project sendiri menjadi enterpreneur ..
March 19th, 2008 at 5:10
wah mantaf nih mas..pengalaman pribadi ya sampe tipsnya banyak bgt.. ;p
thx ya mas..!!
March 19th, 2008 at 8:16
#fR3dDy: Sip sip, mudah-mudahan terus berdjoeang
#Krisna: Pengalaman pribadi yang saya reformulasi dalam bentuk yang lebih pas untuk mahasiswa Indonesia
March 19th, 2008 at 8:17
Kiat yang mantap..
tapi butuh konsistensi, keuletan, semangat tinggi dan hemat energi tentunya. Karena sering kali terlau boros energi diawal dan kehabisan energi ketika baru jalan, akibatnya.. yang ada hanya rasa lelah yang gak jelas ujungya.
selamat berdjoeang dan tetap semangat
March 19th, 2008 at 8:36
Tips yang sederhana dan mudah di implementasikan, banyak orang yang punya ide bisnis tapi gak tau gmana cara merealisasikanya…
memulai bisnis tu gampang tapi mengembangkan bisnis ampe suskes itu yang susah, butuh kesabaran n keuletan..
Semoga Pak Romi bisa teus posting artikel yang sederhana n bermanfaat kayak gini…
March 19th, 2008 at 9:41
siip dan bermanfaat tips-nya
March 19th, 2008 at 10:21
klo buat yang udah ‘kerja’ kayak aku piye pak ? Kayaknya kiat tadi tetep ok ya…:)
March 19th, 2008 at 11:01
Great artikel mas Romi.
Ntar mahasiswa polos dan lugunya berubah jadi …..
Dari artikel tersebut tersurat azas kekeluargaan dan kebersamaan itu penting untuk bisnis tapi bukan nepotisme ya mas
Tapi mas Romi bagaimana kalo nantinya ikut tender dari pemerintah untuk buat SIM apotik, ntar trik cari teman atau bapaknya teman yang ngurus tender tsb jgan dicoba ya:)bahaya jee , bisa ngak urip nantinya
Izin mas Romi artikelnya saya pakai untuk referensi saya membuat kurikulum entrepreneurship di pendidikan dokter ya.Thanks
March 19th, 2008 at 11:56
MAnTAAp…,
sederhana tapi cukup keren salut mas..
March 19th, 2008 at 12:05
artikel ini pas dengan yang saya inginkan, terima kasih mas Romi
semoga saya bisa mengimplemntasikan berawal dari artikel ini.
March 19th, 2008 at 12:24
Senang sekali membaca tulisan-tulisan bapak. mengalir dan sangat menggugah. luar biasa!
saya sebenarnya pining diskusi atau konsultasi dengan bapak mengenai perjalanan saya dalam belajar dan kuliah. boleh kan?
minggu depan deh saya layangkan surat sama bapak…nggak sibuk kan?
March 19th, 2008 at 13:19
#Damme: Pasti om …
#Zulharman: Hehehe monggo mas, silakan disebarkan. Masalah tender, nah itu side effectnya
Tapi mari kita berharap tender di Indonesia semakin membaik. Selain proses administratif, juga kalau bisa ada beauty contestnya gitu
#Bianz: Ok thanks
#Annots: Ok sip
#Rauf: Welcome. Mungkin pakai YM lebih enak ngobrolnya. Buzz saja kalau saya lagi ol.
March 19th, 2008 at 14:14
Bwahahaha.. ngakak sampek guling-guling baca yang ini! Makin lucu aja Om Romi ah… ngakak.. Eh, denger-denger mau maen ke Medan ya? Kalau jadi saya sempatkan pulang kampung. Insya Allah Om.
March 19th, 2008 at 14:39
#Abe: Tanggal 30 Maret om Insya Allah. Cuman aku PP tuh, berangkat pagi pulang malamnya, tanggal 31-nya harus brkt ke bandung soalnya. Ketemu di lokasi seminar saja yah
March 19th, 2008 at 14:49
wah … tipsnya bisa dicoba nih
thnx ohm
@abe
kalo ada kata2 pron aja langsung nongol
March 19th, 2008 at 16:02
#Paydjo: Ya Abe itu kadang lupa kalau sudah jadi bapak-bapak
March 19th, 2008 at 17:28
Sungguh inspiratif !
March 19th, 2008 at 21:42
Keingintahuanku tentang ***** samar-samar jelas terlihat.
Terima kasih atas inspirasinya.
March 20th, 2008 at 12:20
Hebat banget! Saya juga sambil kuliah sudah berupaya jadi pengusaha.
lihat aja buku-bukuku di sini ya:
http://rusdin.wordpress.com
Mas Romy datang dong ke blog saya.
terima kasih
March 20th, 2008 at 12:59
Awal kul di informatika saya kursus office. Setelah itu saya kursus teknisi komputer, magang di bengkel kompi tempat kursus, jadi teknisi freelance di antara teman2, lalu buka service di kost2an. Berani pasang papan nama segala sampai dicemberutin bapak kost. Lalu pelan2 belajar pemrograman, sambil kursus VB. Waktu tugas akhir saya embat sekaligus sambil mengerjakan tugas akhir teman2 dan web usaha kecil milik teman. Lucunya, nilai2 teori saya jelek2 tuh? Namun sepak terjang saya terlihat cuma seperti pembuktian diri bahwa saya tidak sebodoh dan selugu kelihatannya.
March 20th, 2008 at 15:31
#Nerd: Ya anda salah jalan. Jurusan Computing (TI, SI, SE, CS) itu bukan ilmu yang mempelajari tentang komputer or bagaimana merakit komputer
Komputer bagi seorang computer scientist adalah seperti teleskop bagi seorang astronom. Hanya sebuah tool untuk memecahkan masalah. Mungkin perlu dibaca baca yang satu ini: http://romisatriawahono.net/2007/08/03/tips-dan-trik-memilih-jurusan-komputer/
March 20th, 2008 at 19:07
pak romi, ada lg gak contoh lain selain membuat aplikasi utk dijual,atw bwt satu situs di internet utk seorang New IT Entrepreneurs..
yg belum pny finansial yg ckp dan mgkn hanya menggunakan ilmunya sbg modal..
March 20th, 2008 at 20:49
boleh kasih saran nggak?! buat acm :
1. coba nglamar jadi operator warnet di kota anda(syarat biar bisa ngakses internet scr GRATIS).
2. trus pelajari Google dan “teman-temannya” (Gmail ; Blogger ; Adsense).
3. sekedar info aja maz, saya baru kenal “mereka” sekitar 1 bulan yg lalu, setelah masuk ke “zone cari duit” itu… tau nggak, dlm kurun 1 minggu ini dah dpt $26.7! buat newbie kayak saya dah lumayan buanget tuch dpt 200 riboan dg cara simple(mau tak posting bukti scan-nya tapi nggak bisa… :p)
lumayan kan?! akses ngenet gratis, dapet duit, eh tambah ilmu lagi, kan itu yg penting hehehe… ya to?! ilmunya lumayan loh buat “kuda-kuda” ke depan. kan sesuai dg ajaran Master Romi : “Tamaklah dlm hal mencari ilmu!”
trus buat pak Romi, kayaknya jurus2 “earning money from internet” nya jgn di tangguh2 kan lagi dech… kesian tuch anak bangsa, banyak yg butuh ilmunya
sukses bro!
siap bagi ilmu (yg baik) dg gratis, sesuai dg “sepak terjang dan tujuan” Pak Romi selama ini :
cahdata@yahoo.com
March 20th, 2008 at 22:09
#Acm: Banyak sekali, salah satunya sudah dijelaskan mas Ardhi.
#Ardhi: Thanks tambahan kiatnya
Mudah-mudahan dalam waktu dekat kelanjutan artikel internet business-nya bisa saya diteruskan
March 20th, 2008 at 23:09
nambah pak romi…
saya mbaca blogs nya John Chow (johnchow.com) banyak sekali istilah blogging yg asing buat saya, minta tlg dijelaskan tentang :
1. RSS feed yg ada di blogs (jujur saya nggak ngerti sama sekali :p taunya RSS = Rumah Susah Selonjor hehehe… mirip bekas kontrak an saya dulu)
2. Back links (apalagi nich???)
3. bom SPAM ???
4. istilah2 laen yg banyak hubungannya sama blogging.
kalo bisa tolong diurai dlm satu artikel.
terima kasih banyak sekali atas sharing ilmunya…
maaf kalo newbie yg satu ini rodo criwis n merepotkan…
March 21st, 2008 at 23:46
tips yang menarik, Pak Romi.
sering2 dong Pak mengulas tips n triks untuk menjadi enterpreneur di dunia IT.
makasih Pak Romi.
March 22nd, 2008 at 10:52
#Ardhi: Coba pakai wikipedia, pasti jadi “dong” alias mudeng
#ahnShev: ok siap mas. Ada beberapa artikel lain yang berhubungan dengan entrepreneurship kok sebenarnya.
March 22nd, 2008 at 11:04
btul Pak, jangan puas akan apa yang udah kita dapat sekarang..
March 23rd, 2008 at 14:54
“Kiat yang tepat” pak Romi.
Memang kebanyakan dari para lulusan kita disini, terbiasa mencari pekerjaan bukannya menciptakan pekerjaan. Padahal persaingan di dunia pekerjaan begitu ketatnya.
Sebenarnya, dengan modal keterampilan kita, apabila ditekuni dengan serius dan kerja keras, insya Alloh akan membuahkan hasil dan memberikan kita penghasilan yang cukup.
Terima kasih.
March 23rd, 2008 at 23:09
maap komentar saya mungkin ga’ nyambung, tapi saya pendatang baru yang nyasar kesitus ini. mohon beri petuah buat blog pertama saya ini thx
http://himio.890m.com, btw saya belum kuliah tapi boleh juga nih buat referensi masa mendatang.
mas romi, saya pasti akan kembali kesitus-nya mas. khan sudah di bookmarking nie. thx ya mas, atas sharingnya, semoga bermanfaat bagi semuanya, seeya.
btw tolong jangan ngirim ke-email saya (e-mailnya milik temanku saya cuma ngisi buat buat kolom komentar sama hosting - ntar saya buat baru, maklum baru banget di dunia internet) thx.
March 23rd, 2008 at 23:12
btw saya mau kasih saran kalo bisa kasih glosarium untuk orang2 yang ga ngerti kayak saya ttg bahasa ilmiah kayak diatas. thx salam
March 24th, 2008 at 1:25
Ide yang snagat cerdas + aplikatif
Jazakallahu khaiarn saudaraku Romi
Allah sebaik-baik pemberi balaz…
March 24th, 2008 at 9:40
Saya pingin jadi pengusaha di bidang IT. Konsultan IT atau punya software house gitu deh. Jurusan Computing (TI, SI, SE, CS) bukan pilihan yg tepat buat saya ya mas? Apakah enterpreneur IT tidak termasuk computer scientist?
enterpreneur IT = pengusaha atau penemu?
March 24th, 2008 at 11:18
wah tip dan triknya menarik sekali mas romi,, dapat menjadi sumber inspirasi bagi saya,, nah masalahnya kalo kita mentok di tengah2 gimana cara untuk memotivasinya mas…
March 25th, 2008 at 11:30
ho… sip dah pencerahannya. Maklum termasuk mahasiswa ber-ipk ketjil, cuma lumayan di pemrograman web
March 25th, 2008 at 14:44
#Himio: Waduh glosarium yah. Kayaknya belum banyak bahasa sulit keluar
#Arrohwany: Ok thanks
#Nerd: Lho, yang saya bicarakan kan memang jurusan computing
#emfajar: Hmmm istirahat dulu, nonton film ayat-ayat cinta, banyak minum air, terus kerja lagi
#Rd Limosin: Jangan menyerah mas, tetap dalam perdjoeangan
March 26th, 2008 at 13:59
[…] Baik, mungkin semua sudah sering baca blog Om RSW. Yang empunya blog ini adalah pendiri dari IlmuKomputer.Com (kawah candra dimuka buat saya dan beberapa pedjoeang). Oh iyah, beliau juga sudah menuliskan tentang menjadi entrepreneur. Tulisan yang ditujukan untuk para “mahasiswa lugu” yang ditulis renyah dan lugu ini hihi.. bertujuan menjadi panduan (basic) untuk mahasiswa yang ingin menjadi “Entrepreneur”. […]
March 26th, 2008 at 14:15
Wah. cocok mas. Ini bisa jado bahan kuliah saya hehee:D. sering2 aja ya mas ada materi kayak gini
March 27th, 2008 at 18:10
mas Romi, artikelnya sangat berguna sekali apalagi untuk para mahasiswa yang akan lulus, untuk persiapan menghadapi dunia kerja. Artikel anda:
http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/10_tips_untuk_menjadi_entrepreneur_bagi_mahasiswa_lugu/
Salam, semoga berguna.
March 28th, 2008 at 13:45
Mantap. Sederhana dan aplikatif, tinggal mengeksekusi. Terima kasih
March 31st, 2008 at 0:07
memang networking itu sangat penting.
banyak mahasiswa, termasuk saya, setelah lulus kuliah lupa apa yang diajarkan selama kuliah, jadi bingung mau ngapain setelah lulus. Jadi tips saya sih belajarlah baik-baik selama kuliah, jangan sampai semester lima baru dimulai tapi pelajaran semester empat sudah lupa semua.
March 31st, 2008 at 23:36
Kiat yg sangat aplikatif. menarik sekali. Terkait kiat pertama tentang jaringan, sedikit saya ingin menambahkan; bahwa yg penting bukan saja orang2 yg kita kenal. Potensi terbesar justru datang dari orang2 yg kenal ama kita, meskipun kita ndak kenal ama mereka. Di luaran sana, amat bisa jadi setiap kita jadi bahan pembicaraan, maka berharaplah obrolan yg beredar adl obrolan yg baik ttg kita
April 1st, 2008 at 19:11
Sistem ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) pasti berlaku juga kan pak Romi..
April 3rd, 2008 at 23:10
emang benar itu pak, btw ada nggak tips
biar tugas2 bisa di komersikan namun tanpa
mengorbankan orang terdekat
April 7th, 2008 at 10:58
tips tips yang lucu tapi keren..
Mudha-mudahan makin banyak bermunculan wirausahawan muda dari negeri kita.
Salam wirausaha!
Idebisnisusaha.com
April 8th, 2008 at 10:35
mas kasi dong tips supaya mahasiswa ga cepet males kalo ngerjain tugas kul ato brangkat kul?thanx b4
April 8th, 2008 at 14:54
Wah, memang butuh perjuangan dan konsisten. Saya udah nyoba berkali-kali, jatuh bangun.
April 8th, 2008 at 16:00
memang ga mudah yah jadi enterpreneur, musti punya mental yang kuat, dan itu hanya bisa didapet dari pengalaman.
April 11th, 2008 at 17:06
[…] Baik, mungkin semua sudah sering baca blog Om RSW. Yang empunya blog ini adalah pendiri dari IlmuKomputer.Com (kawah candra dimuka buat saya danbeberapa pedjoeang). Oh iyah, beliau juga sudah menuliskan tentang menjadi entrepreneur. Tulisan yang ditujukan untuk para “mahasiswa lugu” yang ditulis renyah dan lugu ini hihi.. bertujuan menjadi panduan (basic) untuk mahasiswa yang ingin menjadi “Entrepreneur”. […]
April 12th, 2008 at 19:29
Sy mahasiswa farmasi di unpad, tertarik dengan artikel ini dan dunia TI.lumayan, bisa diterapin di dunia kerja nanti.sy udah coba cari di google, tp tidak ketemu web yang hosting script nya. Bisa minta saran keyword yang cocok biar bisa lasngsung dapat?
Thx
April 14th, 2008 at 19:57
[quote] ..Hush diam dulu…
[/quote]
ya deh oom hehe…
now I knew the secrets ‘behind the scene’…
April 19th, 2008 at 18:08
Sungguh Mas… wawasanku jadi nambah nih..
Kalo boleh nanya mas gimana dengan mahasiswa yang punya hobby dan kemampuan pas-pasan soal komputer dan networking yang bukan jurusan informatika atau teknik komputer supaya bisa jadi entrepreneur juga untuk daerah saya di sumatra utara…????
Mohon bimbingannya..!
April 28th, 2008 at 15:02
buat adik2 Mahasiswa/i…anda juga bisa memulai bisnis dari hobby..dan mengembangkan usaha dari ortu, paman,…calon istri/suami…dll..selamat mencoba,,
dimana ada kemauan disitu ada jalan…tidak ada kemauan pasti banyak alasan..he..he, buat mas romi..artiekl-artikelnya cukup mencerahkan..goog. salam..
April 28th, 2008 at 15:03
very good.thx
May 2nd, 2008 at 7:42
hehehe… iDE BAGUS.!!!!!!!!!
May 5th, 2008 at 20:02
wah mas…kalo aku langsung nh.. gak pake nyari koneksi dulu..
gni….
waktu ada tugas dari dosen yang suruh ngebikin program kecil-kecilan gitu…aku langsung aja tawarin ke temen-temen untuk sapa yang mau tak buatin gitu…n gak lupa, kalo mau dibuatin ya ada konsekwensinya… mbayar gituu… yaa lumayan lah per orang murah bgt, wong cuma kecil2n tok kok… 10.000 x 12 org. tu yang individu.. yg kelompok mah 30.000.. yaa…alhamdulillah, bisa buat tambah uang bensin gituu….
semangat ya buat semua…..
May 5th, 2008 at 20:35
#Fauzan: Hmm … kayaknya ini implementasi entrepreneurship yang agak mlengse
Sebaiknya tidak dilakukan karena berhubungan dengan proses assignment dan penilaian dari dosen. Ini sudah masuk di ranah bekerjasama dalam kejahatan akademik
May 13th, 2008 at 11:30
[…] Tulisan ini saya copy paste dari blognya mas Romi Satria Wahono yang merupakan peneliti di LIPI. Tulisannya saya rasa cukup mengena kepada diri saya yg sekarang sedang menggeluti dunia Entrepeneurship (walaupun belum sukses dan terancam gagal hehehe). Dulu sewaktu jadi mahasiswa, saya juga seorang yg lugu, dimana pulang kampus langsung ke kost utak-atik script sepanjang hari. Malu ketemu ama wanita, tertutup dan minder. Bahkan untuk duduk-duduk di kantin lama-lama juga saya risih dan gag pede hehehhe……… Ya tapi itulah saya yang dulu. Walau sekarang masih ada dominasi lugu -nya, tapi udah berkurang dan gag selugu dahulu. Yaps, sekarang kita coba baca apa yg di paparkan oleh Mas Romi tentang kiat-kiat Menjadi Entrepeneur untuk mahasiswa lugu seperti saya. Berikut kiat-kiat yg saya kutip dari blog -nya. […]
May 13th, 2008 at 13:24
manteb bner nih tipsnya, very very very very aplikatif. alhamdulillah sekarang saya udah bikin perusahaan juga mas, tapi masih amburadul jalannya, ada proyek kerjain keroyokan. gak ada tuh istilah software engineering, manajemn proyek dsb. yg pnting proyeknya selesai. tapi ternyata malah banyak proyek yang kaca di akhirnya. saya jadi pusing di ujung ujung gini…
May 13th, 2008 at 15:34
Salam
Artikelnya menarik sekali Pak.
Saya menjadi teringat data yang dipaparkan salah satu dosen:hanya 21 persen dari proyek sistem informasi yang berhasil dengan tuntas diselesaikan.
Dari mulai kuliah saya sudah belajar programming, mulai buat aplikasi kecil2an. Dan dari sekoan project yang ditawar orang, memang benar data yang disampaikan dosen saya itu: kebanyakan kandas karena ketidakjelasan. Misal kita sudah bikinin fitur A, B, C, dan D, tetapi client meminta lebih ketika aplikasi sudah jadi. Akibatnya? Bisa ditebak, alur aplikasi menjadi kacau, waktu pengerjaan molor, dan segudang alasan lain yang membuat saya akhirnya berkata: “Wah, cari orang lain saja Mas”. Ini lebih disebabkan karena saya yang kurang pengalaman saja. Dari awal juga kesepakatan tidak resmi tercatat sebagai dokumentasi spesifikasi.
Tapi dari sekian banyak project itu, ada juga yang berhasil dan client puas. Alhamdulillah dari uang hasil menabung sedikit demi sedikit saya bisa beli sepeda sendiri (dan yang terakhir PSP
). Mungkin Pak Romi bisa memberi kiat-kiat agar project2 mahasiswa (apalagi yang tidak berpengalaman seperti saya) dapat “tuntas” hingga akhir.
Terima kasih.
May 13th, 2008 at 16:40
#Prabowo: Hmm kalau sebab tidak tuntasnya itu, itu masuk pembahasan di ranah software engineering khususnya tahapan requirement specification. Perlu pembahasan satu semester untuk masalah user requirement, spesifikasi, dan kontraknya. Untuk awalan paling tidak baca-baca artikel saya tentang requirement engineering
May 22nd, 2008 at 14:50
weks..berarti yang saya lakukan sudah bener dunk
yess..
May 28th, 2008 at 15:20
bagus2…..mas, ide anda cemerlang.
tips nya pun juga okey, ilustrasinya pun bagus
jadi pengen mencoba nih
May 29th, 2008 at 15:31
assalamu’alaikum
salam kenal mas
mas romy, aku mahasiswa yang gaptek tetapi berkeinginan untuk mengembangkan media pembelajaran, tetapi aku sering terkendala untuk masalah2 kriteria media pembelajaran, sama proses evaluasi media hingga media itu dapat digunakan.
mohon sarannya terimakasih.
wassalamu’alaikum
June 1st, 2008 at 21:59
Saya sedang dalam proses membuka sebuah apotek. Kalau ada yang hendak menawarkan software apotek gratisnya, mau dong. Hehe…
June 5th, 2008 at 20:13
assalamu’alaikum
Pak Romi, porto folio tuh apa maksudnya, ya?
trim’s
June 12th, 2008 at 2:16
bagus sekali pak rommi.
saya sangat tertarik dengan tips n triknya.
June 13th, 2008 at 16:02
senyum-senyum sendiri saya jadinya, KKN yang menguntungkan ya ….
June 19th, 2008 at 12:12
wah……. seru pak, saya suka gaya bahasa Bapak yang mudah dimengerti. Makasih pak……. !
June 28th, 2008 at 4:45
Dear Pak Wahono,
Wah, menginspirasi sekali. Saya jadi punya berjuta-juta ide, dan kebetulan saya memang tempat wisata atau perpustakaan. Cuma saya masih agak bingung, mau pakai bahasa apa yang cocok. Saya cuma bisa php. Kira-kira- apa bisa saya bikin software database tapi tanpa install software php itu sendiri? Jadi semacam bikin di C++ atau VB.
Cheers,
Mew da Vinci
July 4th, 2008 at 13:59
Wah.. syaa jadi semangat lagi. Setelah semangat saya sempet hilang tergerus kerjaan kantoran. Huhuhu..
Intinya sih, mulailah walaupun itu kecil sekalipun.
Thanks Pak
July 12th, 2008 at 20:20
DROUP OUT aja kalo mau jadi entrepreneur
seperti saya……
July 12th, 2008 at 22:24
#Ferry: hmmm … tidak harus DO untuk jadi entrepreneur sih
July 17th, 2008 at 8:46
salam kenal mas romi
artikelnya menarik sekali, sayang sudah bukan mahasiswa lagi…
btw, blognya sangat inspiratif. sangat bermanfaat
August 4th, 2008 at 10:15
Selamat siang Pak Romy,
Pak saya mohon ijin apakah boleh menyadur kiat menjadi entrepreneur mahasiswa ini untuk saya muat di tabloid kampus kami ? Saya akan tuliskan sumber beritanya dari Bapak.
Terima kasih Pak,
Salam kenal
Gunawan Sutanto
August 5th, 2008 at 20:24
Mas..baca artikel mas..jadi semangat lagi ni..aku juga lho pengin banget jadi enterpreneur alias binismen. saat ni aku lagi merintis bisis pulsa elektronik dengan nama movingcel.blogspot.com. Anda yang tertarik bisa kontak disini sya. thx
August 18th, 2008 at 11:11
artikel yg sangat2 bermanfaat, terima kasih pak romi atas kiatnya
August 19th, 2008 at 23:53
[…] Oleh Romi Satria Wahono […]
September 17th, 2008 at 21:04
Pak, monggo mampir ke blog saya urun komentar.
saya baru saja membuat tulisan tentang memprofitkan hasil riset
http://rethinks.wordpress.com/2008/09/17/turning-research-into-real-world-business-a-critic-to-indonesian-government/
salam kenal
September 20th, 2008 at 21:38
Kalo gak bisa coding gimana
:(:(:(:(
Kan gak bisa di bagusin softwarenya..
September 22nd, 2008 at 5:23
[…] Mengurangi tidur dan berlaku professional dalam segala jenis pekerjaan adalah dasar madzabku. Mendidik anak-anak muda belasan tahun dengan tanganku sendiri, memberi mereka beasiswa untuk melanjutkan kuliah, mengajak para serdaduku untuk belajar berbisnis yang baik dan elegan dengan tetap mengandalkan knowledge capital, semua itu adalah cita-cita dan tugas terbesarku sekarang. Buku dan laptop adalah sahabat terbaikku, Indonesia Raya adalah ringtone blackberryku. Ngajar, ngeblog, membimbing tugas akhir mahasiswa baik formal maupun informal, berbagi pengalaman, dan keluyuran ilmiah adalah rutinitas harian dan pilihan hidupku. Istri dan anak-anakku adalah sumber energi terbesarku, senyum dan sedih mereka adalah hidupku […]
September 24th, 2008 at 8:07
wahh.. boleh juga,,kbetulan aq sekarang juga kul seputar2 SI.harus mulai buka ‘mata’ neeh..
tapi aq punya masalah sama konsistensi.
tapi tetep semangat!
matur suwun mass.
September 29th, 2008 at 22:25
ehm pak saya seneng ada anda yang saya yakin bisa ngejawab pertanyaan saya,,,saya lulusan d3 tranportasi udara tapi saya lebih enjoy berjualan dari pada ngantor. pernah saya ngantor cuma betah 2minggu. banyak orang bilang saya pinter jualan apa aja dan itu merupakan doa dan support bagi saya. usaha yang saya tetep tekuni sekarang dalah jualan roti keliling pasar. hasilnya lumayan. berkisar antara 50-100rb perhari. jualan roti saya mulai sejak dari masih kuliah hingga sekarang saya masih menikmati indahnya menjual roti karena cepet laku dan jadi uang hari itu juga. pertanyaan saya pak,,, kan nggak selamanya saya bisa keliling dan pasti ntar kebutuhan saya semakin banyak karena sekarang masih single cuma menanggung diri sendiri. pak saya kan lulusan transportasi udara yang sya lebih pinter dibidang cargo,,,bisa nggak ya pak saya bisnis caergo kayak tiki, dhl, fedex? saya masih kurang yakin saya bisa melakukan itu,,,tolong yakinkan saya dan dgn realitas yang bisa membukakan mata saya………maturnuwun ya,,,sukses buat bapak,,, juga buat saya!
October 3rd, 2008 at 0:53
[…] Totalitas mengajarku mendapatkan ujian besar ketika harus memimpin 18 mahasiswa pedjoeang di program M.Kom konsentrasi Game Technology di Udinus Semarang. Di sela keluyuran ilmiahku, aku kadang mencoba memberikan pemahaman kepada para mahasiswa di berbagai kampus bahwa menjadi entrepreneur dan tangan diatas adalah lebih baik daripada hanya menerima dari orang lain. Di sisi lain, aku harus berperan menjadi seorang Mahar, seniman alam yang mengandalkan otak kanan atau malah kadang menjadi Tuk Bayan Tula, ketika memberi kuliah malam kepada para serdaduku, laskar pelangiku, di markas IlmuKomputer.Com. Kuliah malam tentang hakekat kehidupan, apa arti cinta, apa arti persahabatan, apa arti perdjoeangan. Menyelesaikan masalah-masalah anak muda, dari bagaimana memilih jurusan kuliah yang baik, bagaimana melakukan penelitian tugas akhir, bagaimana memilih chord gitar yang tepat untuk menyanyikan lagu ayat-ayat cinta atau takdir cinta, sampai masalah genting bagaimana memilih istri dan suami yang baik. Penjajah yang harus aku dan pasukanku hancurkan bukanlah berbentuk pasukan kumpeni belanda atau tentara bengis portugis, tapi kebodohan, ketidakmengertian dan kemunduran yang melanda republik ini. […]