RomiSatriaWahono.Net

e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management
June 23rd, 2007

Dapat Apa Sih di Universitas?

by Romi Satria Wahono

graduation.jpg“Saya mahasiswi semester 4 jurusan Teknik Informatika di sebuah Univesitas di Semarang. Sudah hampir 2 tahun saya kuliah, cuman saya kadang merasa nggak tambah pinter, kalau tambah sibuk sih iya karena tugas dari dosen yang kayak tsunami :) Pingin dengar pendapat mas Romi yang kabarnya waktu kuliah IPKnya 4.0 terus. Sebenarnya di kampus itu apa yang kita dapat sih mas?” (Novi - Tembalang, Semarang).

Ini termasuk juga pertanyaan yang banyak masuk ke kotak email saya. Sudah keterima di universitas dan mulai belajar, tapi kadang masih nggak ngeh hakekat belajar :) Lha katanya disuruh menimba air eh ilmu, nah ilmunya ini sebenarnya apa sih?

Dik Novi, kita belajar itu, baik di sekolah, di kampus, di universitas dan di lembaga pelatihan untuk meningkatkan KSTAE atau kata orang betawi (a)PeKTeSiPeng, waduh apaan tuh? :) KSTAE itu Knowledge, Skill, Technique, Attitude, Experience alias (a)PeKTeSiPeng (Pengetahuan, Keterampilan, Teknik, Sikap dan Pengalaman). Ini kalau kita ambil contoh orang belajar naik motor dan belajar di kampus, mungkin penjelasannya seperti di bawah:

Knowledge (Pengetahuan): Kita jadi tahu bahwa di motor ada lampu, stang kemudi, rem, gas, spion, bel. Kita juga tahu cara bagian motor itu bekerja termasuk gimana njalaninya. Kalau kita belajar pemrograman, ya kita ngerti lah apa itu fungsi, apa itu variable, juga apa itu object, apa itu method, apa itu attribute. Kita juga diajarin banyak lagi pengetahuan, sistem basis data, rekayasa perangkat lunak, pemrograman berorientasi objek, software project management, dsb. Pokoknya yang selama ini bikin pusing itulah knowledge. Lho kenapa bikin pusing? Soalnya kampus kadang nggak imbang ngasih knowledge dan keterampilan, alias besar teori daripada praktek :)

Skill (Keterampilan): Kita ngerti cara ngidupin motor. Supaya motor maju harus masukan gigi ke satu dan tekan gas. Kecepatan mulai tinggi masukin ke gigi dua, kalau ada halangan di depan injek rem. Kalau mau belok tekan lampu sen. Di kampus, tugas mandiri, misalnya disuruh buat kalkulator atau program deteksi bilangan prima di mata kuliah OOP itu semua untuk ngelatih keterampilan. Semakin banyak tugas, harusnya makin terampil, cuman kalau nyontek, ya makin bego aja mahasiswa :) Usahakan untuk mengerjakan sendiri tugas, karena tujuannya untuk melatih keterampilan kita, sayang masa depan kita kalau kita sering nyontek dalam tugas mandiri. Nah, IPK itu hanya untuk mengukur mahasiswa di level knowledge dan skill. Jadi peran IPK sebenarnya hanya sampai di sini ;)

Technique (Teknik): Ternyata keterampilan nggak cukup, karena kita perlu menguasai teknik misalnya supaya motor kecepatan tinggi nggak ngepot. Kita ngeremnya harus dari jauh dan pakai rem tangan plus rem kaki bareng. Mau belok juga harus ambil ancang-ancang, kecepatan diturunkan, baru belok. Nah kalau di kampus, karena mata kuliah banyak dan di setiap mata kuliah ada tugas coding, keterampilan bahasa Java kita jadi meningkat. Kita bisa bahasa Java kromo inggil, ngoko, eh bukan maksud saya kita jadi punya banyak teknik supaya program kita lebih rapi, program kita lebih cepat jadi, punyak teknik untuk bisa reuse code, coding jalan terus walaupun pakai notepad atau emacs, dsb.

Attitude (Sikap): Wah ternyata pengetahuan, keterampilan, teknik saja nggak cukup membuat kita bisa survive di dunia. Kita perlu sikap yang baik dalam mengendarai motor. Lampu lalu lintas itu kalau merah berhenti, jangan nyelonong saja. Kalau nyalip orang juga jangan dari kiri. Hormati pengendara lain, dahulukan perempuan atau yang membawa anak-anak. Jangan asal ngebut di kampung orang, kalau nggak mau benjol tuh kepala. Sikap ini kalau di kampus, ya kalau jadi programmer jangan terus buat virus, atau ngerusak sistem orang, atau malah maling code orang :) Nah ini semua adalah sikap. Kampus yang hanya mengajari orang untuk punya pengetahuan, teknik dan keterampilan tanpa memperhatikan attitude (sikap) artinya mendidik orang pinter tapi sesat di jalan.

Experience (Pengalaman): Pengalaman ini seperti jam terbang. Hanya bisa kita dapatkan kalau kita pernah mengalami kejadian dan pengalaman. Contohnya, karena sering bolak-balik ke Puncak untuk jualan pisang ;) , kita jadi ngerti banget mainin gigi supaya mesin nggak rontok meskipun naik gunung terjal nan macet. Terus juga karena rumah sering kebanjiran, kita ngerti banget lah kira-kira banjir berapa senti yang bikin motor kita nggak bisa jalan. Gimana kalau jatuh, sebaiknya posisi tubuh seperti apa yang membuat luka tidak parah. Semua kita dapatkan dari pengalaman. Pengalaman itu mahal, ya pasti karena kadang ada harga yang harus dibayar. Terus kalau di Kampus, pengalaman kan nggak ada? Hmm pengalaman itu tetap ada, kita KKN, magang, kerja paruh waktu, ngerjain TA itu adalah supaya punya pengalaman. Banyak buat project (software) yang bisa dijual, mulai belajar jualan, latih jiwa enterpreneurship adalah keharusan untuk bekal hidup di dunia IT nan ganas dan kejam.

Untuk adik-adikku mahasiswa dan mahasiswi di manapun berada, jangan cepat menyerah, nikmati pahit dan manis kehidupan kampus, jalani penuh dengan rasa tanggung jawab. Orang tua kita dan juga negeri ini menanti karya kita semua.

Tetap dalam perdjoeangan !

ttd-small.jpg

101 Responses to “Dapat Apa Sih di Universitas?”

  1. selain dapat beberapa hal diatas, semoga juga dapat akhwat tarbiyah berjilbab lebar “halah”.

    sekedar tambahan bang. saya mendapatkan sebuah pengalaman bagaimana cara berpikir “yang benar”. memang sih, bukan langsung mendapatkannya di bangku kuliah. tapi justru dapat dari hasil interaksi akademis diluar kuliah. yah, berpikir metodologis gt.

    kalau di kampus sendiri yang kebetulan saya belajar di ilmu komunikasi.
    ada anekdot begini.

    1. kalau ngambil konsentrasi “PR” hadisnya berbunyi
    “katakan yang baik atau diam”
    2. kalau ngambil konsentrasi “jurnalistik” hadisnya berbunyi
    “katakan yang benar walau pahit”

    wah, kok jadi melebar kemana-mana yah. itu aja dulu dech bang.
    sambil masih berharap mendapat seperti yang saya tulis di awal :-p

  2. Makanya kuliah itu membosankan, buat saya kuliah itu yah salah satu tuntutan agar bisa punya gelar S1 dan S2

    Saya malah pengen praktek langsung, coba bandingkan programmer yang jago2 itu (dilingkungan saya kerja) programmer yang jago2 itu adalah lulusan D3, jarang yang lulusan S1 jago prgrammernya.

  3. Baca artikel Boss RSW selalu dapat inspirasi dan kedewasaan berpikir, bukti nyata kwalitas ilmu dan prakteknya. Thanks buat artikel yg menggugah mas.

  4. “Perasaan gag dapet ilmu” >>> itu pun ILMU!

    gag dapet ilmu = ilmu

    Hidup enjoy aja!

    Ilmu dari mana aja!

    gag dari Univ. dari Mas R.S.W. pun ilmu!

    (apa maksudnya ya?)

  5. romi yang lain Says:
    June 23rd, 2007 at 16:33

    “… hampir 2 tahun saya kuliah, cuman saya kadang merasa nggak tambah pinter …”

    Bukannya “ilmu” semakin digali semakin dalam?

    “..kalau tambah sibuk sih iya karena tugas dari dosen yang kayak tsunami”

    Dapat ilmunya, ya karena ngerjain tugasnya, dapat pengalaman, ya dari sibuknya, Jangan berharap “ilmu”-nya bisa digunakan sekarang. Dulu kita belajar di SD tambah kurang kali bagi, di SMP sin cos tangen, di SMA . Mungkin juga semua yang dipelajari tidak akan kepake semua.

  6. Hmm…ya. bisa dibilang kalau kuliah S1, 70% teori dan 30% praktek walaupun tidak semua demikian. pengalaman waktu kuliah, saya mencari ilmu prakteknya diluar lingkungan civitas, seperti “aktif” ikutan seminar IT, workshop IT, lomba pembuatan software atau datang ke pameran2 IT, mungkin itu yang akan membuat kita sebagai mahasiswa menjadi lebih terpacu lagi. karena kita imbangi dengan karya nyata. dan satu lagi, kalau buat yang programmer, bisa dicoba juga jadi “programmer liar”, apa itu programmer liar? dulu ada istilah itu dikampus saya :D , programmer liar itu mahasiswa yang memang sengaja membuatkan tugas2 mahasiswa lain, seperti membuat program untuk PI atau SKRIPSI bahkan THESIS :D enak kan? sembari kuliah bisa juga cari nafkah dan pengalaman, lumayan…hasilnya juga bisa dibuat biaya hidup di kota yang keras nan cadas ini :D

    hehehe…tapi kita harus tetap semangat…hayo maju terus saudaraku!!! terus berdjoeang!!!

  7. Saat ini saya sedang kuliah dan sekaligus bekerja sebagai programmer di salah satu “lembaga”…, bagi saya penerapan dan pemahaman konsep merupakan kunci utama menuju profesionalitas diri. Pemahaman konsep didapatkan dari kuliah dan penerapannya dari pekerjaan. Alangkah baiknya mahasiswa saat ini kuliah sambil bekerja, biar jelas konsep ilmu yang didapatkan itu mau dibawa kemana. Agar tidak bingung lagi saat lulus.

  8. Saya sudah tiga tahun kuliah tapi masih saja ragu dan bimbang dengan kuliah saya. Dan teman-teman saya yang gak kuliah tapi nongkrongnya di warnet, sudah jauh meninggalkan saya yang sehari-hari tenggelam dalam buku teori.

  9. Oh ya, hampir lupa. Saya link blognya ya mas…

  10. Selain manis dan pahit, kita juga sering merasakan yang asem dan kecut, biasanya di area yang abu-abu. Jujur saja saya bisa bertumbuh seperti saat ini, karena salah satunya komitmen nyelesaikan kuliah S1 dulu. Walaupun secara skill tidak terlalu saya dapatkan di kuliah, tetapi sikap cukup terbentuk disitu. Bagaimana asemnya para dosen memberi materi yang tidak disiapkan dan sebaliknya sangat manis rasanya mendapatkan dosen yang ngajar model spt mas Romi ini.

    Manis, asem, pahit, yuk dirasain dulu, biar lebih tahu rasanya dengan mencobanya tidak dengan hanya mendengarkan saja.

  11. Jadi…orang hebat pun nggak perlu sekolah tinggi…kecuali dapet beasiswa.
    Lah yg dapet besiswa ini biasanya orang pinter2..IPK pasti Cumlaude semua,
    sekembalinya ke Indonesia jadi orang biasa.
    Bahkan dosenku juga pernah bilang,
    orang yg IPKnya 4 biasanya kerjanya dibagian riset/lab/peneliti
    orang yg IPKNya 3 biasanya kerja dibagian karyawan umum, pegawai negeri dll
    orang yg IPKnya 2…malah jadi Manager bahkan Direktur… karena mereka memeliki komunkasi skill/ managerial… karena waktu kuliah sibuk ama organisasi makanya IPKnya cuman sekitar 2 nggak lebih.
    sedang yg di DO malah yg punya perusahaan, karena waktu kuliah sibuk ama sambilan yg malah menjadi tumpuan hidup, dan jadi wirausaha yg hebat karena sejak awal kulaih banting tulang cari uang sendiri, buat bayar kos+kuliah, dibandingkan yg IPKnya 4..cuman ngandelian beasiswa.

  12. setuju ama yang pertama…karena kenal internet jadi ngak sekampus halah apa coba :) .

    coba berpendapat.

    kl saya pribadi ilmu kuliah itu bisa dipelajari diluar kuliah. ngak harus masuk kuliah u/ belajar basisdata, object oriented, RPL atau semacamnya tapi kl masuk kuiah akan lebih baik. yang lebih penting bagi saya adalah pendewasaan pola fikir.

    jadi kita harus dewasa dalam berfikir, menyikapi terhadap sesuatu. lebih tepatnya meyikapi sebuah permasalahan. dengan kedewasaan yang kita dapat (waktu kuliah) seharusnya kita bisa menyikapi dengan cara terbaik.

    tidak hanya Kalau nyalip orang juga jangan dari kiri. Hormati pengendara lain, dahulukan perempuan atau yang membawa anak-anak, lebih dari itu bagimana menghadapi polisi yang ‘jahil’ padahal kita ngak melanggar rambu lalulintas.

    saya sengaja bergaul dng para senior sehingga tranformasi ilmu, terutama pengalaman akan mengalir dengan cepat, dan saya merasa bisa lebih cepat dalam melaju.

    selain itu coba bangun ‘koneksi’ yang kuat dan sehat dengan siapa saja, ini akan sangat bermanfaat ketika anda pengen jadi pengusaha terutama waktu startup.

    gimana mas Romi?

  13. # Pogung177: Nggak selalu seperti itu. Saya di Jepang dapat beasiswa juga, tapi juga sangat sering kerja part time (baito). IPK saya juga lumayan, dan saya juga aktifis organisasi mahasiswa karena aktif di PPI, bahkan mimpin PPI Jepang selama 2 tahun ….hehehe. Untuk masalah sosial sepertinya teori, kebiasaan, fact akan sangat relatif dengan waktu, individu, dsb. :) Sekembalinya di Indonesia aku juga mimpin dan buat perusahaan kok …heheh. Jadi nggak bisa diformulasikan bahwa IPK jelek punya enterpreneurship tinggi, dan IPK tinggi hanya cocok jadi peneliti …

  14. IMHO, tujuan mengerjakan S1 di universitas itu agar kelak bisa mendapat pekerjaan. Jadi, mungkin kriteria penting adalah *siapa* (perusahaan2 mana) yang nanti akan merekrut sewaktu selesai S1.

    Dalam program S1 yang mengajarkan ilmu komputer (Computer Science), setidaknya setelah selesai sudah harus bisa C programming (dan kalau bisa, Java atau salah satu object-oriented programming lainnya seperti C++ atau C#). Windows programming adalah suatu plus, sebab memang sukar dan memakan waktu lama.

    Kalau S1 nya condong ke Teknologi Informasi (IT), setelah selesai S1 seharusnya sudah bisa Windows Server configuration (ex. untuk 10 client), Active Directory (AD) dan konfigurasi router dasar (ex. RIP2, OSPF routing protocol, dan kalau bisa BGP).

    Sehingga setelah selesai bisa langsung turun ke dunia pekerjaan.

    [TH]

  15. # Yon’s revolta: heheh ada-ada saja nih om satu ini

    # Andriansyah: Cara supaya tidak membosankan ya banyak aktif di luar. Nanti akan match secara otomatis, karena bagaimanapun konsep itu tetap diperlukan

    # Vavai: saya juga masih harus belajar :)

    # Myo: Hmm menarik juga heheh, nggak dapat ilmu itu merupakan ilmu ;)

    # Ahmad Simanjuntak: Sip mas. Tetap semangat dalam perdjoeangan lah.

    # Arif: yap setuju, secara konsep dasar sama dengan yang ingin saya utarakan

    # Hardjono: Hmm sepertinya pembagiannya agak meleset. Computer science itu disiplin ilmu, sedang teknologi informasi itu bukan disiplin ilmu :) Mungkin tepatnya bidang programming untuk paragraf ke dua, dan networking untuk paragraf ke tiga.

  16. Kebanyakan ilmu kadang gak fokus … banyak diajari macem-macem tapi hanya permukaan, ato diajarkan teori yang gak masup di dunia “Indonesia”.. seperti rpl vs one man show programer… teknik jaringan dsb…kayanya yang penting tu berani komunikasi dengan org lain untuk sharing… kalo dosen gak bisa… coba para praktisi (they sometime give a better solution..)… btw Salut buat tulisan 2 pak romi :) salam

  17. Kalau lagi diskusi dengan teman-teman mahasiswa, saya selalu mendorong untuk bekerja sambil kuliah.

    Harapan saya, nanti sewaktu lulus, maka kalau mau mencari karir yang lebih bagus sudah mudah. Karena, CV mereka sudah ada isinya : “Pengalaman kerja xxx tahun di perusahaan ABC”

    Capek memang, tapi kita musti sadar bahwa masa kuliah itu bukan masanya bersenang-senang. Justru ini adalah awal dari perjuangan kita untuk mandiri & merintis masa depan.

    Selain itu, saya juga selalu mengingatkan rekan-rekan mahasiswa untuk mulai membangun jaringan mereka.
    Banyak-banyak silaturahmi ke semua pihak — adik kelas, kakak kelas, dosen, dll. Manfaatnya nanti akan terasa setelah lulus, kita tidak sendirian. Ada kawan-kawan seperjuangan yang akan saling membantu.

    OK semoga bermanfaat :)

  18. #Romi Satria Wahono
    Tapi kenyataannya begithu…om… bahkan setahu saya orang yg lulus dan bekerja dibidang yg sesuai dengan yg kita ambil waktu kilah kurang dari 10%

    dan saya orang yg termasuk 90% nya.

  19. # Pogung177: Orang bicara angka dan prosentase harus ada research dan kajiannya. Jadi datanya dari mana mas? :) Kalaupun dapat datanya, bagaimana validitas datanya. Kalau sudah jadi teori, semua harus sahih dan pengambilan datanya harus benar. Sampel harus mewakili semua object yang diteorikan :)

  20. Pendidikan Indonesia sendiri yang harusnya dibenahi. Sepertinya kalo kita review kembali kurikulum yg ada seperti dipaksakan. Ketika kecil kita ditanamkan bahwa anak yg pintar itu adalah yg nilai rapor mata pelajaran eksakta-nya bagus. Dan itu sudah tertanam turun temurun. Perlu kita sadari bahwa orang yg scholar itu tidak harus “makan pojok sekolah*”. Hidup itu sendiri merupakan university of life, tapi terkadang orang tidak menyadari bahwa ada banyak pelajaran yg bisa kita gali dr hidup itu sendiri. Itu sebabnya hanya sedikit orang yg tidak sekolah tp “berpendidikan”. Saya sendiri pd awalnya sangat anti dengan pendidikan, tpi dng perjalanan waktu ada perubahan dlm paradigma sy. Pada intinya mungkin seharusnya gelar tidak dipandang(oleh masy) sbg identitas mutlak bahwa kita memiliki mental yg terdidik atau bukan, tapi lebih bagaimana atitude dari org yg memiliki gelar tsb.

    *meminjam istilah dosen sy.

  21. kayaknya yangnanya ini terlalu dililit sama tugas deh… coba liatdunia2 mahasiswa yang lain.. pasti kalo melihat semua dunia itu…pemikiran itu tidak akan terkhawatirkan…
    demikian sehingga 5 hal yg dikemukakan pak romi itu bisa di dapatkan

  22. Sorry Om ak bukan orang riset / teoristis… pake survey sana..sini.
    Tapi faktanya begitu. Wak tu msih ak kuliah dah bosen pake teori2 segala, apalagi harus pake data segini, margin error segini.
    Statistika ku C+ om..!

  23. Memang dunia pendidikan kita makin hari makin aneh,
    Ada pemateri berbasis komisi, makin gede komisi makin banyak ilmu yang disampaikan ;)

    Ada mahasiswa berbasis Sertifikat, Kuliah enggan tapi berharap sertifikat, jadinya menghalalkan segala cara untuk bisa dapet sertifikat :)

    Tapi yang lebih parah adalah adanya gayung bersambut antara pemateri berbasis komisi dengan Mahasiswa berbasis sertifikat, jadinya adalah Jual Beli Sertifikat :)

    Tapi saya yakin masih banyak mahasiswa Indonesia yang berbasis Keilmuan, sehingga bisa meraih apa yang diuraikan pak Romi diatas.

    Makasih pencerahannya pak Romi,
    Tapi jangan dipaksakan jadi APEK… dunk :)
    Untuk adik-adik mahasiswa selamat berjoeang dan tetap semangat

  24. Saya sih numpang lewat aja, pesan untuk yang masih kuliah.

    Jangan sia siakan masa kuliah, cari ilmu sebanyak banyaknya, kalo kata Mas Romi itu Knwoledge. Saya salah seorang yang kerjanya cuman ngoding terus waktu masih kul, .NET, JAVA, VB, PHP hajar semua.. sedangkan Knowledge saya tinggalkan.. sekarang waktu udah lulus nyesel deh :( pengen balik lagi tp ga mungkin :( pengen lanjut lg ke S2 tp blum ada kesempatan :( hiks hiks.. (jadi curhat deh :p )

    Memang dengan banyak berlatih dan mengejerjakan proyek2, saya jadi terbiasa dan punya pengalaman dalam membuat program.. tapi sewaktu lulus, pas disuguhi tentang Document Management, Knwoledge Base, ERP, SAP dll.. walah.. jungkir balik lagi deh blajar :( apa lagi saya kerja, yg udh cukup sulit cari waktu utk blajar yg baru :( (kecuali kalo begadang :p )

    Jadi maksud saya, 5 poin yang di atas itu usahakan seimbang.. juga, selain Knowledge yg di kasih di kampus, rajin2lah blajar Knowledge yg lain, seperti DM, KB, ERP, SAP, CRM, DRP ato yg lain yg lagi anget2nya en rame di pasaran.. minimal pelajari secara konsep.. itupun kalo mau maju, karena benar kata Mas Romi, itu smw untuk “bekal hidup di dunia IT nan ganas dan kejam” ini

  25. Memang memprihatinkan budaya pendidikan saat ini, terutama di perguruan tinggi. Saat ini kecendrungan untuk lulus cepat dengan ip tinggi mengakibatkan banyak orang jadi study oriented. Tapi itu wajar, sih… Saat ini peran riset di perguruan tinggi untuk mahasiswa, afaik, kurang digalakkan. Lagipula, biaya, gaya hidup, dan lingkungan di pendidikan semakin kurang terarah untuk riset.

    Btw, kalo mo riset, mendingan mendalami FOSS. Ud gratis, gaya kodingan standar, dan terutama terbuka untuk pengembangan.

  26. Memang sih kalo kuliah itu cuman “datang duduk diam lalu pulang lagi” rasanya agak membosankan juga. Tapi coba sesekali waktu kita isi dengan kegiatan2 membangun komunitas belajar atau membentuk kelompok study pasti rasanya lain.

    Saya termasuk orang yg sangat beruntung karena selama kuliah saya aktif membentuk kelompok belajar. Dari organisasi yg kita rintis itulah akhirnya saya dan rekan2 saya bisa menimba ilmu dan pengalaman banyak. Dari organisasi itu pula komunikasi kami para mahasiswa dengan dosen-dosen kami menjadi sangat bagus dan kompak sehingga banyak kegiatan yg bisa kami lakukan secara bersama sama mulai dari mengadakan seminar, sharing, ngoprek bareng di laboratorium sampai nyari proyek. Bahkan sampai luluspun komunitas kita masih tetap ada walaupun cuman melalui email, milist maupun chatting, sehingga skill kitapun masih terus berkembang walaupun sudah bertahun-tahun kita meninggalkan bangku kuliah.

    Demikian semoga sedikit sharing ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama bagi adik-adik mahasiswa.

  27. Kuliah penting untuk menamba pergaulan :-) dan makan-makan

  28. # Pogung177: What is the meaning of fact? :) Fakta ini didapat dari mana, lha tujuan riset, kajian kan memang untuk menemukan fakta (fact). Makanya saya tanya ke om pogung, fakta yang diyakini om Pogung itu didapat dari mana :) Itu saja kok sebenarnya, dan sekaligus melatih kita untuk berpikir lebih kritis. Sama seperti ketika kita semua komplen ke mas Roy Suryo tentang kasus 68% itu :) Kan pada tanya, dapat dari mana. Gitu om :)

  29. # IMW: Itu yang pasti juga sangat penting. Pergaulan dan makan-makan itu kombinasi ampuh dari knowledge, skill, technique, attitute dan experience …hehehe

  30. Dapat Apa sih di Universitas?

    Pengennya sih dulu dapet “jodoh” :D
    yah yg jelas dpt ilmu en temen banyak…walau tamat kuliah ga kerja sesuai dg waktu kuliah dl…intinya seh…kalo mo tamat bisa kerja…banyak2in skill en knowledge en relasi…;) ya ngga bos Romi?

  31. Hmm, saya dulu habis lulus SMA tahun 2002 nggak langsung kuliah. Niatnya sih kerja dulu baru kuliah, makanya lulus SMA trus ambil kursus analis komputer 1 tahun. Yang kupikirkan adalah bahwa ilmu yang didapat dari kuliah nanti belum tentu sesuai dengan sikon yang ada di lapangan, dan kayaknya benar sih.. CMIIW. :)

    Alhamdulillah di tahun 2005 bisa dapat kerjaan yang sesuai juga dengan bidang yang kusukai (komputer), hingga saat ini saya bisa kerja disambi kuliah.

    Bagiku, mencari ilmu tetap diutamakan.

  32. hm..
    mana yang lebih banyak diperlukan?
    teknik informatika?
    sistem komputer?
    management informatika?
    wah saya bingung klasifikasinya?

  33. alhamdulillah nambah ilmu lagi dari mas romi,…eh mas romi,saya mau nanya tentang “mencuri code orang nih”…sejauh mana kita bisa dikatakan mencuri code orang?

    kebiasaan saya sih, dalam pembuatan aplikasi, saya mengambil rujukan Class2 aja di internet ( contoh : di phpclasses.org ) dan memasukkannya ke dalam aplikasi saya, agar lebih baik…dan pastinya banyak perubahan dari class2 itu di aplikasi saya, dan kadang juga sy ngambil logiknya aja.

    apa itu termasuk nyuri or gmn mas?

  34. Setuju sama IMW, universitas itu tempat untuk mendapatkan lebih banyak teman dan jaringan. Masalahnya Om Romi yang pengen saya tanyakan, teman dan jaringan ini kan sama kayak ayam dan telur. Kalau kita berada dalam universitas yang networknya kurang bagus, bagaimana kita bisa berkembang? yang berkembang adalah yang dari kampus yang dari asalnya sudah punya jaringan kuat. Jadi sama seperti mafia juga kan.

    Mohon pencerahan

  35. mulai sekarang, mau serius ah kuliah. inget orang tua juga. :D
    semangat-semangat.

    -IT-

  36. Ngak kuliah ngak dapet Ijazah ™

  37. Saya 100% setuju dengan Pak Romi soal : Knowledge, Skill, Technique, Attitude, Experience.
    Kelima hal itu sebenarnya adalah yang dituntut dari diri kita supaya bisa menyeimbangkan teori dan praktek atau yin dan yang. Jadi kalau tujuannya jelas menyeimbangkan teori dan praktek maka mahasiswa seharusnya bisa mengukur sejauh mana sudah bisa menyeimbangkan keduanya. Karena dunia kerja butuh keduanya.
    Kalau cuma tahu teori itu sih ‘omong doang’ dan kalau cuma pengen langsung praktek itu sih ‘nekad doang’.
    Maaf kalau saya ngomong doang dengan modal nekad doang.

  38. Jadi nyesel sekali karena dulu waktu S1 tidak serius dan kurang fokus. Mudah-mudahan nanti waktu S2 bisa lebih baik.

    Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat walaupun sedikit. Jadi sembari menambah ilmu, saya berusaha mengamalkan ilmu yang sudah didapat.

  39. Salah satu yang kita dapatkan di bangku perkuliahan adalah cara berpikir bagaimana seharusnya berpikir.

  40. # Zulkarnaen Arsi: itu adalah konsep, dan memang itu yang paling penting dan harus kita kejar dalam dunia akademik.

    # Danial: Diantara kepusingan kita, diantara komplen kita ke dosen kita, banyak ilmu dan konsep yang sebenarnya sangat bermanfaat ke depan. Dan salah satu kelebihan dunia akademisi adalah netralitas ilmu dan konsep :)

    # Unggul_USA: Sip setuju :)

    # Alex: Kadang tanpa kuliah bisa dapat “ijazah” :)

  41. # Anjar: Jaringan tidak harus dalam dunia nyata, dalam dunia maya kita juga bisa membentuk jaringan, ya ini social networking gaya baru kita. Saya juga bukan lulusan ITB, UI, tapi saya punya koneksi yang bagus dengan teman-teman di sana :)

    # Mr. K: Ya itu good practice, nggak masalah di awal-awal. Cuman saya dulu biasanya saya quote sumber di setiap fungsi yang aku ambil. Biar sanad dan matannya jelas :)

    # Furqon: iya deh om, bener :)

  42. Ehm, bagus sekali pak romi. Jadi ingat dulu waktu kuliah kurang bisa menjaga sikap terhadap salah satu dosen, alhasil nilainya dikebiri :) . dimanapun kita berada disitu pasti ada ilmu meskipun tidak kita sadari. dan seperti yang lain semangat-semangat :)

    Pak romi IKC ada apa ya, kok databasenya sering error?

  43. Yang saya lihat, satu hal yang kurang dari pendidikan tinggi di Indonesia itu latihan untuk berpikir formal tentang konsep-konsep dalam Ilmu Komputer/TI. Ada topik yang diberikan sebagai bahan hafalan, ada lagi yang membutuhkan pemahaman namun diberikan “as is” tanpa mengaitkannya dengan konsep yang lebih mendasar, spt teori kompiler yang tercerabut dari teori set atau teori komputasi. Karenanya banyak pemrogram di lingkungan saya (termasuk saya, mungkin) yang kurang menguasai penterjemahan antara spesifikasi dalam bahasa alami dengan spesifikasi formal: menggantungkan diri pada testcase untuk menemukan bug.

    Mungkin itu penyebab banyaknya mahasiswa yang bingung dengan yang dipelajarinya, dan banyaknya pemrogram handal yang saya kenal justru dari disiplin ilmu Matematika atau Fisika: pengajaran yang kuat di teknik, lemah di teori.

    Just a thought.

  44. […] Kalau kita kaitkan requirement diatas ( meskipun requirement diatas termasuk minimalis ) dengan artikel pak Romi SW tentang Dapat Apa Sih di Universitas? yang membahas mengenai KSTAE yaitu Knowledge, Skill, Technique, Attitude, Experience alias (Pengetahuan, Keterampilan, Teknik, Sikap dan Pengalaman) akan dapat dikatakan tidak akan mudah bagi seseorang memenuhi KSTAE dalam lingkup requirement diatas. Bagaimana ? […]

  45. Saya juga setuju dengan Bang Romi tentang Knowledge, Skill, Technique, Attitude and Experience.
    Kalo masih ‘merasa belum dapet apa-apa’ dari kuliah, barangkali perlu kerja sambilan. Sambil kuliah, kerja.
    Kalau sudah kerja, apalagi sesuai dengan bidang ‘kuliah’, kita akan dipaksa mengerjakan ’sesuatu’ yang mungkin belum kita kuasai. Atau mungkin pekerjaan tersebut sudah biasa kita lakukan sehingga mudah dan sederhana, padahal sulit bagi orang lain. Contohnya ngetik pakai Ms Word. Ada berapa orang di Indonesia yang bisa ?. Paling nggak lebih dari 50 Juta orang. Artinya ‘ilmu’ ngetik di Ms Word cuma dikuasai 22.7% dari seluruh penduduk Indonesia. Apalagi ‘ilmu internet’. Mungkin cuma 10%.
    Kalo ada kesulitan atau masalah, ada teman, dosen atau relasi yang bisa kita tanya, en nggak perlu bayar kan ?.
    Demikian juga kalo kita buat usaha / jadi wirausaha. Kita bisa minta tolong ke teman-teman mengerjakan proyek. Ya, itung-itung meringankan beban en bagi-bagi rejeki. Bisa dapet pahala juga lho.
    Semoga bermanfaat.
    Wassalam

  46. ya paling ga dapet istri lah ya,
    yang cewek dapet suami….

    coba di sensus, berapa persen mahasiswa yangdapet pasangandari temen kuliahnya..

    hehe

  47. Pada dasarnya sekolah ataupun kuliah tidak hanya sekedar bagaimana biar kita bisa coding, ngerti konsep basis data, ato juga teknik jaringan, tapi lebih pada bagaimana membangun pola berpikir yang benar dan tapat, orang jawa bilang “bener tur pener”, biar nggak jadi “keblinger” :) Output akhirnya ya kayak yang di terangin Mas Romi itu. Kalo masalah gimana cara bikin program, gimana ngramping, gimana bikin web, dsb itu bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dan dimana saja, asal masih sehat jasmani dan rohani :D

  48. Kalau menurut aku sih yang terpenting itu perubahan POLA PIKIR, dari yang dulunya masih kekanak-kanakan yang nggak bisa mandiri dalam hal mengambil keputusan dan tindakan menjadi orang yang kini bisa berpikir sendiri, menentukan pendapat dan sikap secara bebas dan bertanggung jawab, gak kebawa arus dan punya jati diri dan cita-cita sendiri.
    Gampangannya, orang bisa bilang kalau kita pola pikirnya beda dengan orang lain (tentunya yang gak kuliah). Jadi, menurutku nih kalau kita selesai kuliah tapi pola pikir gak mengalami perubahan yang berarti, yah…tanda tanya besar kali yah…

    Just my opinion..^^
    Salam kenal smuanya….

  49. Yah.. jadi tambah susah dapat istri deh.. Maklon orang gak kuliah…
    T_T

  50. Gimana kalau mahasiswa / pengendara tersebut adalah Valentino Rossi yang sangat cepat sircuit nya ……………what can i do for practise study…..

  51. # Pututik: Coba cek lagi masih error nggak ?

    # Rony: Yup setuju …

    # Firdaus dan Silas: Pola pikir itu sebagian di knowledge sebagian lagi di attitude :)

    # Black_Claw: Padahal kuliah juga belum tentu dapat istri dari temen kuliah :)

    # Arman: Walah, kira-kira dimana koneksinya dengan om Rossi :)

  52. Sebelumnya mohon maaf …asyik2 banget nih komentar2nya ikutan nebeng boleh yaaaa…saya juga baru2 ini lg gila yang namanya belajar…khususnya design web…mbok ya saya dibantu…buat Mas Romi nyuwun sewu….ada artikel yang berbahasa english ga ya? khususnya telaah dan review IT gitu….saaya selalu membaca artikel2 mas romi wiss jan pokokmen tiada hari tanpa membaca postingan2 Mas Romi…Matur Nuwun

  53. # RaxsheedS911: Baguslah mas kalau termotivasi terus untuk belajar. Hmm yang dicari review IT berhubungan dengan apa nih? Analisa, kajian, atau teknis? Untuk analisa, kajian dan policy lembaga yang cukup kuat dan disegani adalah Gartner Group dan IDC. Cuman report mereka berbayar :)

  54. Kuliah dapat apa? Umm… Selain KSTAE itu saya juga dapat ijazah S1 sebagai bukti formal bahwa saya dah lulus dari bangku kuliah sesuai jurusan yang saya ambil.

    Sebagai orang yang kuliah di FE jur Manajemen, waktu kuliah sepertinya banyak teori yang hanya ada di langit karena nggak bisa langsung dipraktekkan. Akan tetapi, ketika sudah bekerja, ternyata teori-teori itu baru terasa gunanya. Waktu kuliah karena hanya belajar teori, kita seperti hafalan. Akan tetapi, kalau sambil dipraktekkan, teori itu jadi lebih mudah dipahami.

    Oleh karena itu, setuju dengan anjuran Pak Harry Sufehmi yang menganjurkan mahasiswa bekerja selagi masih kuliah. Sekalian mempraktekkan ilmu sesuai bidang masing-masing.

  55. # Kombor: Setuju om ;)

  56. memang sih, aku juga kadang bingun dengan gunanya kuliah. aku sekarang kerja di bagian yang sama sekali tidak berhubungan dengan jurusanku. menurutku sih yang penting kita punya waktu untuk menekuni apa yang menjadi interest kita maka kita bisa berhasil. soal sekolah atau kuliah anggap aja media bersosialisai dan aktualisasi diri (padahal aku gak mudeng artinya:))

  57. Sapu Jagad Says:
    July 4th, 2007 at 14:10

    Wah, Persoalannya Ga’ Semudah itu Mas Romi, Pendidikan di Indonesia ini tidak semua Bagus, Bahkan kadang saya bingung dengan Dosen yang kadang2 berani mengajar Asal berani alias modal nekat yang penting target Dapur Ngebul, Biasanya kalow ada mahasiswa yang pintar dan kritis dia berlaku seperti Raja diktaktor yang menggelikan sekaligus memuakkan dan ini banyak ditemukan di kampus2 swasta khususnya kuliah malam. Nah ini yang mungkin tidak dialami oleh seorang Mas Romi yang memang mengenyam pendidikan dan mengajar di tempat yang bagus dan kwalitas di atas standart

  58. Banyak yang kuliah … diterima masuk jurusan tertentu univ negeri.. padahal jurusan ntu belon tentu sreg di hati ( yang penting kul di univ negeri)… kul jadi setengah ati… lulus ya asal lulus ajah.. gak mudeng kul apaan alias Salah Jurusan….
    ya udah deh..Kalo dah telanjur basah ya udah mandi sekali (kaya lagu dangdut :) )…..mungkin si embak yg tanya ama bang Romi panggilan hatinya ingin jadi dokter hewan eh masuk di t.i…. Biar adem … harusnya bang Romi menyarankan dari sudut pandang bos Cisco (saya lupa namanya) “kalo liat perkembangan teknologi akhir-akhir ini, jurusan it adalah yang paling bener, jadi kalo ada yang ambil jurusan lainnya? pasti salah jurusan” …:)

    Intinya .. ilmu gak ada yang mubazir kok … meski dikasi sedikit kalo dipelajari serius buat bekal ntar kapan (nanti) dijamin pasti kepake….. Terus SEMANGAT kerjakan tugas2mu nak!!!! ( btw aniwe buswe…saya bukan dosennya lho):P

  59. # Liantama: Hmmm saya nggak setuju IT jurusan yang paling benar :) Tidak ada di dunia disiplin ilmu bahwa ada yang benar atau salah. Semua ada perannya di dunia nyata. Kalau dulu jurusan electro berkuasa, MIPA juga pernah berkuasa, atau perminyakan bahkan, dan mungkin saat ini IT yang lagi diminati. Ini hanya pergiliran saja. Ada masanya juga trend IT akan menurun kalau kebuutuhan SDMnya semakin tercukupi :)

  60. Mas Romi dan rekan2 semua,
    Saya setuju “pengalaman” atau “praktek” adalah aspek yang sangat penting; tentu saja pengalaman yang berhubungan dengan bidang kuliah kita.

    Pengalaman akan membuka wawasan kita, dan seperti kata pepatah: pengalaman adalah guru terbaik…..

    Kerja magang atau paruh waktu adalah cara terbaik untuk mendapat pengalaman.
    Masalahnya, peluang untuk magang tidak selalu mudah tersedia.

    Salam,

  61. # Heri: Mungkin karena orientasi kita praktek itu harus berupa magang di sebuah perusahaan. Bagaimana kalau kita praktek jadi entrepreneur, buat sendiri produk dan mulai jualan. Dengan segala pengetahuan yang kita dapat dari mata kuliah semester 1-5, bekal mahasiswa sudah cukup kuat untuk menciptakan produk. Tinggal melatih pemasarannya saja :)

  62. pengalaman pribadi aja, pertama kuliah saya bengong, dikasi Organisasi Komputer, Database, Programming dll cuma tak `makan` aja.
    karena sesuatu hal saya putus kuliah. kerja. dan baru tau. oh ternyata…..

    saya kuliah bukan di kampus yang `mentereng`, tapi `ongkosnya` sih nggak kalah tuh sama univ2 besar di negri ini.

    Kenapa saya nggak `ngeh` apa sih ilmu yang didapet dan untuk apa?, klo saya boleh cari kambing hitam, ya siapa lagi dong klo bukan yang ngajarnya :-p
    yang di kasi di kampus cuma KS (Knowledge,Skill) *at least di kampus saya* TAEx nya sih (Technique, Attitude, Experience) dilirik pun tidak apalagi di bahas.

    OK klo Anda bilang salah satu solusinya dengan ikut Organisasi, tapi masalahnya Organisasi yang ada pun kurang mendukung dan tidak dapat menjadi pemecahan bagi temen-temen mahasiswa. belakangan malah aku denger Organinasinya mati suri.

    selain ilmu pengetahuan mahasiswa juga butuh didikan, klo kampus cuma kasih ilmu pengetahuan ya begi ini ini nasib mahasiswanya :-p

    rencananya saya mau melanjutkan lagi study ampe selesai *sayang udah semester akhir :-) *

    jadi buat temen-temen yang masih di kampus, jalan Anda masih panjang :-D

    Salam

  63. # Himura: Sip mas. Mantab perdjoeangannya. Mudah-mudahan lancar kuliahnya :)

  64. tulisan yg bagus pak. jadi bahan renungan buat anak2 mahasiswa baru seperti saya :D

  65. # adi: alhamdulillah kalau bermanfaat

  66. eko indriyawan Says:
    July 8th, 2007 at 0:28

    Kalau di Institut, soalnya aku kuliah di ITS bukan Universitas, saya mendapatkan petunjuk kenal dengan delphi, yang konon merupakan bahasa pemrograman yang benar-benar bisa membawa keberuntungan buat saya.

    Kalau kembali ke institut, saya secara langsung tidak dapat teori yang banyak dan mungkin sedikit sekali yang bisa saya terapkan.

    saya melihat pendidikan sekarang sepertinya tidak normal dan terkesan hanya formalitas.

    Waktu saya semester satu IP saya lumayan 3,61 tapi begitu saya merefleksikan dengan kemampuan yang saya miliki saya sepertinya nggak pantas bisa kerja. Bisa cuma kalkulus, fisika dasar dll.

    Namun, ketika pagi hari saat saya berjalan menuju kampus tercinta selalu terbersit besok saya kerja dimana dan berapa gajinya…. ( Maklum orang ndeso yang selalu perhitungan, soalnya hidup selalu serba mepet ).

    Kemudian, di ke esokan paginya dan ke esokan paginya selalu jawabannya sama, saya ini nggak punya keahlian.

    kemudian setelah saya membaca :

    Knowledge, Skill, Technique, Attitude, Experience

    Benar-benar itu penting semua, dan yang pasti itu tidak harus didapatkan dikampus. Saya keluar kampus semester 3 untuk cari kerja dan untuk bisa melanjutkan kuliah lagi. Begitu saya dah selesai kerja dan kembali ke kampus, ternyata dunia kampus itu kecil sekali dan saya koq terkesan melihat kampus itu menjadi semu dan seakan2 dibuat2…

    Bagi yang merasa mahasiswa dan dosen saya mohon maaf jika merasa tersinggung, tapi ini bener2 yang saya rasakan. Hingga sekarang pun saya masih terkatung2 dikampus g bisa lulus karena sibuk dengan kerja, sebab didunia kerja saya bener-bener bisa mendapatkan –>> Knowledge, Skill, Technique, Attitude, Experience.

    Saya pernah salah presentasi dan ditegur salah seorang manager marketing telkom, dan ini bener2 pengalaman yang menabjubkan.

    Saya pernah mendapatkan pengalaman untuk membuat program aplikasi lumayan besar, yang semua itu hanya saya dasari dari skill otodidak belajar bahasa pemrograman saja.

    Waktu saya ingin belajar delphi, harus nunggu semester 4 atau lima, tapi saya g mau, semester 2 dah mulai belajar. Artinya skill itu datang dari adanya niat ingin tahu dan kita tinggal mengembangkannya atau mengikuti aliran air yang dikeluarkannya.

    Pengalaman ini sangat kompleks, tapi memang benar adanya bahwa pengalaman adalah guru dari segala guru yang bisa memberikan mata angin secara tepat melebihi tepatnya sebuah kompas ketika kita letakkan diatas telapak tangan yang berwarna putih.

    btw, buat mas romi artikelnya bener2 bagus sekali dan saya terkesan….

    saya tunggu artikel artikel yang lain.

  67. saya mahasiswa semester 4 jurusan manajemen informatika
    saya juga mengalami hal yang sama dengan yang lainnya.
    sudah 2thn saya menjadi mahasiswa tapi saya ngerasa bahwa gak ada yang saya dapatkan,malahan saya jadi merasa terbebani dengan status saya sebagai mahasiswa.menurut mas romi apa yang harus saya lakukan supaya saya tidak merasa terbebani dengan status saya ini

  68. iya sih… lingkungan di kuliah hanya mengantarkan kita menuju hakekat ‘kesempurnaan’, td sebenarnya yg bisa membentuknya adalah diri kita sendiri… dimanapun kita belajar, kita pasti bisa sukses.. :p

  69. Sampai saat ini, saya memang mentok di experience yang nggak nambah-nambah :) ) males sih…:D

  70. Bagi muslim, mencari ilmu itu adalah ibadah, Insya Allah tidak sia-sia apa yangs udah di korbankan semasa belajar baik itu di bangku sekolah, maupun di tempat kuliah. niatkan saja semuanya karena Allah

    Semangat selalu ya teman-teman, raihlah ilmu dimana saja, syukuri apa yang sudah di dapatkan termasuk bagi teman-teman yang bisa melanjutkan ke jenjang universitas

  71. mas Romi rasa-rasanya kalau kaya tuh memang bukan yang pinter secara akademik kok, risetnya bisa dibaca The Millionaire Next Door - Thomas Stanley. Bukan berarti pendidikan mereka rendah lho. Ya sekolahnya S2 S3 tapi nggak mentok gitulah [ un honour, alias tidak cumlaude ], dan diangkatannya bukan bintang. Tentunya ini beda dengan tipe pemenang nobel, atau kaya dari riset lho, kalau itu aku setuju sama creativity-nya Myhaly csikaszentmihlyi. Tapi tipe pemenang nobel itu-kan proporsinya kecil banget dibandingkan sekedar kaya.
    btw, kok ya masih sempet ngebles ya , hebat tenan sampeyan

  72. # Eko: Yup mas setuju. Mungkin perlu saya koreksi, sebenarnya institut itu ya universitas :)

    # Cika: Yang harus dilakukan, tekuni satu bidang, jadikan core competence dan kerja keras di bidang itu untuk membuat suatu usaha kreatif dan unik

    # Akangaziz: Yup setuju mas

    # Donny: hehehe … tetap semangat mas

    # Firdaus: Yup setuju mas

    # Nanung: Hmmm yang sekolah sampai S2 atau S3 itu kok tidak sama dengan “pinter secara akademik” ;) Tidak selalu yang pinter akademik melanjutkan ke S2 dan S3. Kalau larry page, sergey brin, jerry yang itu pinter secara akademik nggak :) Atau kalau dilanjutkan lagi ada nama-nama bill gates, itu genius semasa sekolah. Ini masuk pinter secara akademik nggak? Sebab dia DO …hehehe tapi kaya. Bingung kan. Intinya sih kerja keras, hasil sudah menunggu di depan mata kita.

  73. Apakah sistem pendidikan di kampus yang lebih cenderung mass production, menghasilkan output dalam jumlah besar dengan proses yang lebih memandang setiap individu entitas yang seragam, bisa menghasilkan hal-hal tersebut?

    Ini karena saya juga sering dapat pertanyaan seperti diatas. Dan sering juga mewawancarai lulusan informatika/il-kom yang sepertinya tak dapat banyak dari kuliahnya, walau IPK > 3.

    Mungkin yang diharapkan adalah lulusan SMA yang sudah punya karakter positif yang kuat, memahami potensinya, dan visi hidup yang jelas sehingga di kuliahan sudah bisa secara dewasa memilih dan beraktifitas yang diinginkan yang akan memperkuat karakter dan mengasah potensinya, baik di intrakurikuler, ekstra kurikuler, atau dari manapun..

    Jadi pertanyaannya bisa diganti menjadi:
    Sudah memadai kah yang kita dapat di SMA?

  74. # Teguh: Hmmm … menurut saya SMA sudah sangat memadai. Hanya behavior kita tidak cepat berubah ketika masuk ke kampus yang relatif menuntuk mahasiswa lebih mandiri dan bebas menentukan segala sesuatunya. Dosen juga tidak mencekoki mahasiswa seperti masa di SMA. Dosen lebih berfungsi sebagai facilitator dalam pembelajaran. Bahkan mungkin suatu waktu, kalau mahasiswanya aktif, dia bisa lebih pintar daripada dosennya :)

  75. hem.. aq pikir kuliah kurang… kalau mengandalkan kuliah kapan kita bisajadi versatile pak?

  76. # Ajie: Kuliah sebenarnya cukup, kurangnya kan praktek lapangan :)

  77. Pola pendidikan Indonesia selama ini cuma mempersiapkan orang untuk menjadi tenaga kerja yang hanya untuk cari duit dan nilai, bukan untuk merubah pola pikir dan membuka wawasan, sekarang saja ijazah bisa dibeli, asal ada uangnya. Itulah sebabnya negri ini hanya dijejali oleh para penumpuk harta yang serakah. Tidak munafik memang kerja juga butuh imbalan, tapi bagi saya, uang hanya alat hidup, bukan tujuan hidup.

  78. saya sudah bekerja, tapi sering menyesal kenapa
    gak belajar lebih2 serius waktu mahasiswa dulunya.
    sekarang, kadang juga pengen balik ke kampus lagi.

  79. alhamdulillah. saya senang bisa berkuliah. seakan-akan ada dunia baru yang hadir di depan.
    setelah kuliah, saya baru mengerti dengan benar maksud dari ilmu itu luas. karena kenyataannya memang luas.
    saya sedang ngerjakan TA tentang biometric. ga ada mata kuliah tentang biometric. tapi, ternyata biometric itu sendiri itu bagaikan dunia yang luas. banyak yang bisa dipelajari dibiometric.
    menyenangkan sekali rasanya bisa kuliah. bisa merasakan kebesaran yang kuasa. meskipun saya sering melalaikannya :D
    yang penting SEMANGAT!!!

  80. wah motivator yang hebat..
    jadi termotivasi neh…
    jangan sampai menyesal di akhir
    SMANGAT

    regards,
    -mB-

  81. ternyata nilai yang saya dapatkan tidak menjamin kelangsungan hidup saya di kampus, saya terpaksa menghadapi evaluasi tahap II (karena ada dua mata kuliah masing-masing 1 sks yang belum lulus akibat dari sifat pemalas saya) dan sedang menunggu hasil baik dari pak kajur apakah saya tetap bisa bertahan di kampus ini.

    saya takut kalau nanti harus menerima hasil buruk, apa yang harus saya katakan kepada orang tua saya. Tapi saya mengharapkan hasil baik, karena saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kuliah saya dan ingin terus melanjutkan.. saya sudah menemukan kecintaan saya pada kampus ini.

    Mohon doanya…

    (koq jadi curhat ya…)

  82. halo mas romi,,
    saya dari HIMAKA STT-PLN Jkt (reminder : yg ngadain SEMNAS “the development of software software project in ind” pd bulan april07)..
    kbetulan untuk SEMNAS (acara rutin dr HIMAKA) tahun depan (2008), sy ditunjuk jd penanggung jawabnya.
    saya pengen minta saran mas romi ;
    -kira2 utk SEMNAS ini tema yang baik utk diangkat mengenai apa ???
    -trus klo dengan tema itu,pembicara yang kompeten dengan tema itu siapa saja???

    mohon pendapat dan sarannya….terima kasih

    a/n BPH HIMAKA STT-PLN Jkt
    # adriansyah diputra #

  83. aloo mas romi…mo minta saran neh…
    saya kok ngrasa semakin lama saya kuliah, malah semakin bingung kedepannya saya mau gimana.
    saya nyoba ngu8mpulin banyak refenrensi tentang apa yang mau saya lakuin. tapis aya bingung mo mulai itu semua dari mana…
    makasih…oya…saya jadi ngefans ma mas romi, gara2 wktu ngeliat seminar mas romi di STT…kapan maen lagi mas???

  84. bersyukur masih bisa kuliah.. jadi kuliah tuh harus bener-bener,

    Pernah merasa nyesel juga waktu S1 ada beberapa mata kuliah yang gak serius ternyata kepake lagi di S2.

    -lagi bingung neh mo nerusin lagi apa nggak-

  85. weleh2x…

    tapi saynganya semua yang dikatakan bang romi diatas tidak kita dapatkan di indonesia

    hehehe………

    ada yang mau nyanggah?

  86. Di universitas mendapat pengalaman hidup, bergaul dengan banyak orang, menambah relasi..

  87. yah, kuliah ya ampun hari gini masih nanyain manfaat kuliah. gak banget dech…. tuch. ih gembel, ya nyari uang dengan mudah yaitu nge jablay

  88. […] Mempersiapkan Mental Belajar Published by pututik on 22nd December 2007 Filed Under My Family Ke Manado dan Gorontalo ditunda » Pada suatu hari arya bertanya kepada kami, “pa, kapan aku sekolah? aku khan sudah besar, mau main sama temen-temennya itu lho” lengkap dengan logat kekanak-kanakan serta bahasa indonesia yang njawani. Usianya masih 2,5 tahun kala itu dan belum ada Sekolah Taman Kanak-kanak yang bersedia menerimanya, paling juga play group yang biayanya bisa buat beli laptop baru. Akirnya kami tergerak untuk mencuri start agar kesempatan baik dan niat sang anak untuk sekolah kami realisasikan. Sadar atau tidak, jika kita terlalu sibuk dengan usaha maka tunggulah lepasnya perhatian moral, mental serta spiritual pada diri anak. Itulah motivasi kami hingga membuat rumah sebagai taman bermain sekaligus tempat belajar tiap hari. […]

  89. terimakasih pencerahannya mas Romi.

  90. […] Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo ;) Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit. […]

  91. memang belajar di university layaknya binatang yang kurang satu kakinya sooalnya kita harus berfikir cepat alias goyoxz dan harus selalu tanggapkano kadang kala ada dosen yang kalo ngomong dilarakiiin aja so kita harus terus berfikir efesien dan efektif
    may blogger : http:graciaana.blogspot.com

  92. Mas Romi
    sori ketinggalan bagaimana cara belajar JENI
    AKU BENER-BENER GA TAU SAMA SEKALI
    E’mail KU masauzi@yahoo.co.id

  93. […] 12 February 2008 in Outside Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo  Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit. […]

  94. hallo mas Romi…
    saya mau minta saran & masukan…
    saya salah satu mahasiswi jurusan Farmasi di salah satu PTN di bilangan Jawa-Tengah…
    sekarang saya baru masuk awal semester 2 setelah semester 1 kemarin IPK saya sangat mengecewakan…
    hanya berkisar satu koma…
    saya nggak nyangka hasilnya akan seburuk itu…
    memang setelah saya lulus dari salah satu Sekolah Menengah Farmasi saya tidak langsung melanjutkan kuliah… saya sempat berkerja kurang lebih 1 th…
    dan saya juga bekerja sebagai asisten apoteker…
    seharusnya saya bisa memperoleh dan memberi yang lebih pada nilai & iPk saya…
    karena saya sudah pernah terjun ke jurusan itu sebelumnya…
    tapi sepertinya Tuhan punya rencana lain…
    lalu menurut mas Romi sikap dan strategi apa yang tepat untuk mengejar ketinggalan saya…
    mohon saranya mas…
    kurang lebihnya saya ucapkan terima kasih….

  95. sepakat tuh dengan bang Yon’s “selain dapat beberapa hal diatas, semoga juga dapat akhwat tarbiyah berjilbab lebar “halah”.”.

  96. […] Anda merasa jadi siswa atau mahasiswa tidak berprestasi? Kemampuan otak terbatas? Atau susah banget nangkep pelajaran atau lebih parah lagi karena merasa nggak dapat apa-apa di kampus? Jangan nyerah, tingkatkan motivasi, jangan mau jadi pecundang, jangan mau kalah, tamaklah dalam ilmu tapi jangan tamak dalam harta, tahta atau wanita Insya Allah hasilnya akan ngikut, lha mau berharap ke siapa lagi, teman, saudara, sahabat? Ingat nggak ada yang bisa mengubah diri Anda kecuali Anda sendiri lho, sesuai dengan janji yang Diatas, “innallaha laa yughaiyiru maa biqaumin, hatta yughaiyiru maa bianfusihim“. […]

  97. Assalammu’alaikum
    pernah denger pengertian ikhsan?? buka dech, kitab arbain annwawiyah karya imam annawawi., hadits ke dua (atau dikenal dengan haditsu jibril), setelah menjelaskan apa itu, islam, iman,akan didaptkan pengertian ikhsan:
    “engkau beribadah kepada Allah, seakan-akan engkau melihat Allah, jika engkau tidak melihat Allah, ketahuilah bahwa Allah melihatmu”.
    Maksudnya apa??
    nah, tau kan apa itu ibadah ” sebuah nama yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, baik ucapan, perbuatan dll”.
    nah, tugas kita gimana caranya supaya dengan kuliah, kita dapat menuai pahala. usahakan kita kuliah dengan memilih jurusan yang benar-benar khoir “baik”, misal keperawatan atau kebidanan dll untuk wanita, Teknik Mesin, elektro, IT untuk pria. Nah, yang harus kita tanamkan dalam hati adalah “KEIKHLASAN”, bagaimana nantinya dengan ilmu yang kita miliki, dapat membantu dan berguna bagi orang lain…So…InsyaAllah, akan ada pahala yang mengalir, jika kita benar2 belajar, berusaha dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki supaya berguna untuk orang lain. misal seorang IT/insyur teknik elektro, bisa mengembangkan software/hardware yang bermanfaat dibidang kesehatan/medical, seorang perawat/bidan dapat membantu ibu2 yang ingin melahirkan..dll. Nah, contoh2 diatas merupakam wujud ibadah, ada banyak lahan untuk beribadah, asal lahan tersebut syar’i dan tidak dilarang dalam agama.So, apa yang kita dapatkan di Universitas?? yang kita harus dapatkan adalah ilmu yang nantinya dapat bermanfaat untuk dunia dan akhirat..dan kita harus TETAP menomor satukan yang namanya Beribadah kepada Allah, dengan tidak mensyirikkanNya dengan sesuatu apapun. Kan keren, Ahli IT atau insiyur mesin, sipil, dokter dll…yang hafal Alqur’an,bisa bahasa Arab, inggris, jepang, jerman, dll. Apa sih yang gak mungkin, kalo Allah menghendaki…fastabiqul khoirot. wasallammu’alaikum

  98. […] baca2 blognya mas romi, banyak artikel yang bermanfaat buat teman2 mahasiswa. apalagi skarang lagi musimnya penerimaan mahasiswa baru. tmen2 yg berminat melanjutkan kuliah d jurusan komputer bisa baca dulu tips dan trik memilih jurusan komputer supaya nanti tidak bertanya tanya dapat apa sih d universitas […]

  99. Mr. Solitare Says:
    June 29th, 2008 at 3:22

    Analogi yang bagusss!!!!

    Ilmu yang kita dapat di kuliah hanya kulitnya saja..Dan dan selain itu kita berusaha sendiri mencari ilmu..
    (yang pasti belajar kelompok,,Tanya langsung sama dosen,,praktek,dll)

    “TIDAK ADA ORANG YANG MAU MENGAJARKAN SEMUA ILMUNYA”

  100. […] Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit. […]

  101. Yang jelas kuliah itu dapet teman, dapet pacar, dapet tugas, dapet ijazah, dapet uang jajan (dari ortu), dapet mejeng, dapet ilmu, dapet pusing, dapet bosen, dan nanti pada akhirnya akan dapet kerja…..hehehehehe

    Pokoknya kuliah itu sangat menyenangkan sekali (kalo bwat saya), memang terkadang suka membosankan, tetapi sekali lagi kita harus berpikir dewasa dan objektif bahwa pada dasarnya pendidikan itu sangatlah penting bagi kehidupan kita sekarang dan kelak nanti….

    Salam Dahsyat..

Leave a Reply