Diklat Peneliti, Siapa Takut?
by Romi Satria Wahono
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menginginkan masuk ke fungsional peneliti, Pusbindiklat LIPI menetapkan syarat baru yaitu harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional peneliti. Nah pada artikel kali ini saya mencoba memberikan tips dan trik dalam mengikuti diklat fungsional peneliti tingkat pertama, berdasarkan pengalaman mengikuti Diklat Fungsional Peneliti Angkatan 26, 2-22 Juli 2006 di Graha Insan Cita, Depok. Untuk angkatan 27 dan seterusnya, diklat peneliti akan dilaksanakan di Pusbindiklat, Cibinong Science Center, LIPI. Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi bekal yang baik untuk rekan-rekan kandidat peneliti baik yang CPNS maupun yang pindah dari fungsional lain.
Perlu diketahui bahwa dalam struktur PNS dikenal 2 jabatan, yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional. Sesuai dengan PP No. 16 tahun 1994, ada 97 jabatan fungsional di lingkungan institusi pemerintah, diantaranya adalah peneliti, dosen, perencana, pustakawan, pranata komputer, dsb. Untuk jabatan fungsional peneliti, sesuai dengan Keputusan MENPAN KEP/128/M.PAN/9/2004 (Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya), LIPI ditunjuk sebagai instansi pembina. Sebagai implementasinya LIPI membentuk Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Peneliti setingkat eselon 2 untuk mengemban tugas tersebut (Keputusan Kepala LIPI No. 3212/M/2004). Jenjang jabatan fungsional peneliti adalah, pertama, muda, madya dan utama.
Kurikulum diklat fungsional peneliti tingkat pertama terdiri dari 3 mata diklat utama, dengan materi-materinya sbb:
- Internalisasi semangat pengabdian, yang terdiri dari pembinaan karir PNS peneliti dan etika peneliti, konsep teknologi dan pengembangan potensi individu
- Pengembangan pengetahuan dan keterampilan, yang terdiri dari pengantar penelitian, penelusuran informasi, usulan penelitian, rancangan penelitian, sumber dan koleksi data, pengeolahan dan analisis data, teknik dan praktek pengumpulan data lapangan, teknik penulisan ilmiah, teknk presentasi
- Lain-lain, yang terdiri dari dampak ekonomi penelitian, hak kekayaan intelektual, outbound, test awal dan akhir
Ok, berikutnya saya akan bercerita bagaimana kehidupan diklat selama 3 minggu itu. Sebelumnya, ada beberapa tips dan trik penting supaya sukses dalam mengikuti diklat peneliti adalah:
- Anggap bahwa diklat suatu hal positif, menambah teman, jaringan dan sebagai tempat istirahat dari rutinitas keluarga maupun kantor. Olahraga pagi (aerobik) setiap hari selasa dan jumat, juga sangat baik bagi yang sudah melupakan olahraga
- Siapapun kita (kadang ada peserta yang pejabat struktural, sudah berumur atau berpengalaman dalam penelitian), posisikan diri sebagai peserta atau siswa yang sedang belajar. Jangan tinggi hati dan berasumsi bahwa pengajar tidak kompeten, atau tidak lebih baik daripada kita. Lepaskan saja semua, anggap baru saja mulai dari kegiatan penelitian.
- Persiapkan segala sesuatunya dengan asumsi bahwa kita tidak akan pulang dalam 3 minggu itu (sabtu sore sampai minggu bisa pulang untuk yang rumahnya dekat). Bawa semua data-data penelitian, buku/referensi yang diperlukan, laptop dan ekstensi untuk colokan listrik. Bawa koneksi Internet yang sifatnya mobile (CDMA or GSM) apabila memang mempunyai, karena cukup membantu dalam pencarian data untuk tugas-tugas.
- Selalu aktif di kelas, selalu usahakan bertanya sesuatu yang jadi unek-unek. Keluarkan pendapat dengan baik, dengan menggunakan data dan referensi yang baik. Berusaha mengerjakan tugas dengan baik.
- Jaga hubungan, kedekatan dan kerjasama dengan peserta lain dan panitia. Jangan pernah menganggap peserta dan panitia adalah orang asing, mereka juga adalah rekan-rekan PNS seperti kita.
Hari pertama setelah dibuka oleh Wakil Kepala LIPI, peserta akan langsung masuk ke materi Outbound (Out of Boundaries). Inti dari kegiatan Outbound ini adalah untuk saling mengenal dan melatih kemampuan bekerjasama dengan orang lain. Berbagai permainan, diantaranya adalah membentuk tim, menyusun slogan dan yel, menyusun flowchart, melatih brainstorming (silent method dan diskusi), mengeluarkan bola pingpong dari pipa berlobang dengan air, memasukkan paku ke dalam botol dengan tali, dan berbagai permainan lain. Kegiatan outbound berlangsung dua hari.
Hari ketiga dimulailah materi dalam mata diklat 1 (Internalisasi Semangat Pengabdian) dan 2 (Pengembangan Keterampilan dan Pengetahuan). Dimulai dari penjelasan tentang bagaimana pembinaan karir PNS peneliti dan etika peneliti. Kemudian juga menarik untuk secara jujur melihat potensi dan sifat kita (ekstrovet, introvet, dsb) dari materi Pengembangan Potensi Individu.
Materi Pengantar Penelitian, Usulan Penelitian, Rancangan Penelitian, Sumber dan Koleksi Data, Pengolahan dan Analisa Data, serta Teknik Penulisan Ilmiah adalah mata diklat utama dan merupakan pengetahuan yang sangat penting bagi seorang peneliti. Materi tersebut memakan waktu 3-4 hari penuh (dari pagi 08:00-21:00) dan disertai dengan berbagai laporan yang harus dikerjakan dan dipresentasikan. Kesempatan bagi yang belum memiliki pengalaman penelitian untuk memahami alur yang dipakai dalam institusi pemerintah dalam pengajuan proposal penelitian beserta formatnya, bagaimana mencari dan mengolah data (berbagai teknik statistika), serta bagaimana menulis makalah ilmiah yang baik. Sambil mengikuti materi-materi utama penelitian ini, kita sudah mulai bisa menulis untuk tugas individu dan mempersiapkan presentasinya. Tema bisa diambilkan dari penelitian yang telah dilakukan baik yang sudah dipublikasikan maupun belum. Saya sendiri membuat tulisan baru yang belum saya publikasikan, pemikiran saya adalah sayang kalau waktu 3 minggu kita mengikuti diklat tidak ada tulisan baru yang bisa kita buat
Setelah kurang lebih seminggu kita mengikuti diklat, kita akan mengunjungi PDII LIPI untuk mengikuti materi dan praktek dalam Penelusuran Informasi Ilmiah. Materi dilanjutkan dengan Dampak Ekonomi Penelitian, Hak Kekayaan Intelektual, Konsep Teknologi, Teknik Presentasi dan Penjelasan tentang Jurnal Widyariset (hasil penelitian individu yang baik akan masuk ke jurnal ini). Tahapan ini mengakhiri seluruh materi kelas mata diklat peneliti. Tidak ada materi lain lagi yang diajarkan. Lho, waktunya tersisa banyak dong? jawabannya adalah tidak, karena waktu-waktu kosong tersebut digunakan untuk bimbingan penulisan individu. Peserta akan didampingi seorang pembimbing yang dekat dengan tema tulisan ilmiah yang diambil. Manfaatkan waktu untuk belajar dari pengalaman menulis pembimbing. Ada kemungkinan pembimbing secara teknis mendetail tidak mengetahui tema kita, tapi sekali lagi yang paling penting kita belajar dari pembimbing tentang struktur, materi, data dan teknik pengolahan data kita gunakan sudah sesuai dan tepat dengan standar penulisan ilmiah yang ada.
Peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyelesaikan tugas penelitian kelompok. Tema penelitian bisa kita pilih dan usahakan pengambilan data dapat cepat kita lakukan di sekitar tempat diklat peneliti diadakan. Beberapa contoh tema misalnya:
1. Dampak ekonomi kenaikan BBM pada supir angkot trayek XX Cibinong
2. Hubungan acara tv dan prestasi siswa kelurahan XX Cibinong
3. Dampak ekonomi dan sosial akibat pembangunan jalan tol XX di YY
Tiga hari terakhir akan diisi dengan ujian akhir, presentasi dari hasil penelitian kelompok, dan presentasi dari penulisan ilmiah individu.
Ketika bapak Sestama (Sekretaris Utama) LIPI sudah datang dan memberikan pengarahan, itu menandakan bahwa diklat fungsional peneliti telah selesai. Panitia juga akan mengumumkan tiga terbaik dari peserta yang dinilai dari aspek perilaku (20%) dan aspek akademis/penguasaan materi (80%). Apabila anda telah merasa bekerja keras dan membaca serta melaksanakan dengan baik beberapa tips dan trik dalam tulisan ini, bersiaplah untuk maju dan menerima penghargaan sebagai yang terbaik
Selamat berdjoeang !

























































































August 7th, 2006 at 9:53
wah….. foto2nya koq uda disensor sih.. khan banyak foto lain yang lebih HOT whekekeeek (foto malam perpisahan juga ga ada tuh..hihihiiii). Bravo pak Romi! semoga info ini berguna bagi yang mau diklat, maupun yang berhubungan dengan dunia penelitian.
August 7th, 2006 at 10:11
Hehehe sabar bos, foto-foto akan banyak ditampilkan dalam thumbnail di akhir artikel. Cuman lagi aku pilah dan pilih, dalam waktu dekat akan aku upload lagi
August 7th, 2006 at 15:20
wow, peringkat pertama! selamat mas!
August 7th, 2006 at 15:44
BRAVO Mas Romi…
August 7th, 2006 at 15:51
hehehe… benernya nggak pingin pamer bos, cuman dipaksa temen-temen nih. Biar CPNS yang muda-muda juga pada semangat
Thanks kunjungannya
August 7th, 2006 at 18:25
Thanks untuk mbak Tari. Sekedar info, sebagian besar foto-foto di artikel saya adalah hasil jepretan mbak Tari selaku deputi dokumentasi dan informasi angkatan 26
August 7th, 2006 at 19:00
hehehe..itu salah satu bukti (piagam) kalo bang Romi ga NATO (No Action Talk Only) .Selamat Bung..Anda layak mendapatkannya…sukses selalu Bang Romi..tetap berjoeang !
OOT :
to all muslims only : Jangan putuskan email.. Keep on forwarding ﻪﺘﺎﻜﺮﺒﻮﷲïºïº”ﻤﺤïºï»®ï»¡ï»œï»´ï» ï»‹ï»¢ï»¼ïº´ï» ïº Please don’t break or putuskan mail ni… Keep on fowarding to ur friends insyallah aminkan doa kita ini. On this good day, I would like to suggest a diversion of this ‘email not broken’. How about we make a doa’ for our suffering Muslims ummah in Palestine, Lebanon, Afghanistan, Iraq, Chechnya, Kashmir and anywhere else around the globe?If each of us make a doa’ and send this friendly reminder to other muslims, just imagine how much good deeds we will receive (without realising so). “Ya Allah, selamatkanlah umat Islam yg sedang sengsara di Palestin, Lebanon, Afghanistan, Iraq, Chechnya serta diseluruh pelosok dunia
August 7th, 2006 at 20:49
Amiin ya rabbal alamin.
August 7th, 2006 at 21:10
oia maaf saya lupa mengasi tanda kutip mengenai OOTnya,soalnya bukan tulisan saya..saya hanya FWD aja.. n_n
Ingat,isi komentar juga tidak boleh Plagiatkan? hehehe
August 9th, 2006 at 16:36
[…] Bagaimana dengan tunjangan jabatan fungsional? Supaya gampang dipahami saya ambilkan dua jabatan fungsional saja yaitu peneliti dan dosen. Untuk peneliti, Peneliti Pertama (golongan IIIa-b) akan menerima tunjangan sebesar Rp. 278.000, Peneliti Muda (golongan IIIc-d)menerima Rp. 660.000, Peneliti Madya (golongan IVa-c) Rp. 1.094.000 dan Peneliti Utama (golongan IVd-e) Rp. 1.230.000. Kemudian bagaimana dengan bapak/ibu dosen-dosen kita? Asisten Ahli akan menerima tunjangan Rp. 297.000, Lektor Rp. 552.200, Lektor Kepala menerima Rp. 709.000 dan Guru Besar akan menerima tunjangan sebesar Rp. 990.000. […]
August 10th, 2006 at 13:54
asswrwb
mas romi, bagus banget tulisannya, ini mencerahkan saya.
btw, sudah mengurus pengajuan angka kredit belum?
wassalam
August 11th, 2006 at 14:38
Selamat Pa Romi, untuk prestasinya di Diklat ! jangan bosen-bosen bikin tulisan bagus yah
August 11th, 2006 at 18:09
Ok mas, thanks
Insya Allah, mudah-mudahan tetap diberi nikmat kesehatan dan waktu supaya bisa nulis … amiin
August 14th, 2006 at 13:30
Selamat Mas atas prestasinya
ditunggu hasil-hasil penelitiannya,. Jarang ada penelitian yang mau share ilmu ke orang banyak,.
good luck,..
“Perjuangan dapat lebih ringan kalau di lakukan bersama”
August 14th, 2006 at 16:26
Thanks mas Tony. Mudah-mudahan dalam waktu dekat banyak peneliti yang mau share di media semacam blog ini. Amiin …
August 22nd, 2006 at 8:49
walah….walah ….harusnya kan tipsnya dikasih kita sebelum kita diklat
hehehe biar sukses ….pantesan ajah dapet penghargaan wong sendirinya dah punya tips tips nya …..selamat deh ..hahahahaa
August 22nd, 2006 at 17:55
Aku sebelumnya juga nggak ngerti bos
Baru tahu setelah ikut ..heheeh. Karena itu aku bikin tips dan triknya, setelah ada experience.
September 28th, 2006 at 11:47
kebetulan sy mau diklat nanti nov, so pencerahannya mendukung untuk ngasih gambaran seperti apa yang namanya diklat fungsional itu. btw, emang pada setuju ya kalo penilaian kompetensi peneliti itu didasarkan pada yang namanya “angka kredit”?i mean, Albert einstein, newton, dll, do they need credits like that to get their name and knowledge useful for the world?
October 2nd, 2006 at 12:35
Salam kenal mas,
Saya cpns di Badan Geologi Departeman ESDM. Saya di terima untuk mengisi formasi Tenaga fungsional. Ada banyak pilihan jabatan fungsional, diantaranya penyelidik bumi dan peneliti. Dan sepertinya, saya memutuskan untuk menjadi seorang PENELITI. Sebenarnya banyak yg mau saya tanyakan. Termasuk kpn saja diklat peneliti diadakan, karena dengar2, diklat peneliti gak selalu ada tiap tahun dan ada jatah tiap instansi (unit kerja), apa betul demikian mas? Trs terang saya ingin segera ikut diklat, biar bisa segera “BEKERJA” dengan baik dan terarah.
Matur suwun sakderenge mas..
October 12th, 2006 at 14:55
Salam kenal pak,
Saya CPNS di LAPAN Remote Sensing,dan saya berkeinginan untuk menjadi Peneliti.Sebelum di Lapan pun saya sudah sering melakukan penelitian.Tetapi di kantor saya untuk menjadi peneliti harus antri ampe bertahun2 bahkan dah 5th kerja belum bisa ikut diklat peneliti.Apakah ada saran untuk bisa ikut diklat peneliti secepatnya pak?Menurut teman2 bisa ikut diklat atas biaya sendiri,bagaimana prosedur dan pengajuannya pak?
Terima kasih sebelumnya pak.
October 13th, 2006 at 14:59
salam kenal pak.
pak saya mau tanya apakah saya bisa ikut ke diklat peneliti, sementara saya adalah seorang PNS pada lingkungan Dep. Luar Negeri dan katanya saya juga adalah sebagai Pegawai Fungsional ( termasuk dalam Pranata Komputer ) tapi saya tidak tahu fungsional apa saya ini, tapi yang ingin saya tanyakan apakah saya bisa ikutan untuk diklat- diklat tersebut
October 23rd, 2006 at 10:20
Mas Romi, apa kabar?
Tanpa sengaja saya menemukan “resource center” mas Romi yang sangat berharga ini.
Kayaknya kita memiliki kesamaan, dimana kita mengabdi dari jalur penelitian, meski dari bidang yang berbeda. Kebetulan juga saya sedang merancang program Rakor Litbang Administrasi Negara dengan impian bisa terintegrasi dengan litbang jalur / bidang lainnya, sehingga bisa mencapai ARN secara sinergis.
Kalau tidak keberatan, tolong kontak saya di 08195034500, atau tinggalkan sms, nanti saya hubungi segera.
Sementara itu dulu mas, met lebaran, maaf lahir batin.
Salam,
Tri
November 13th, 2006 at 14:08
Salam kenal pak romi,
saya menemukan blog mas di saat saya memang sedang butuh info mengenai fungsional ini. Saya CPNS di Dep. Perdagangan, Saat ini saya bingung untuk mempertimbangkan pengen masuk Fungsional perencana ato peneliti so dengan adanya info dari sampeyan sedikit banyak saya dapat pencerahan. Tolong dibagi ilmu and info lain yang sampeyan miliki pak.
TQ b4,
Must’e
December 20th, 2006 at 2:24
wah..hebat!
saya jg CPNS..kebetulan diletakkan di fungsional penerbangan..asyik juga jadi peneliti kale yaa??
cuma yg menjadi pertanyaan saya kenapa harus magang 2 tahun??
-thx-
January 23rd, 2007 at 2:52
[…] Aggregated from Romi Satria Wahono by Asian Blogger Community […]
February 2nd, 2007 at 15:04
daftar jadi peneliti
May 10th, 2007 at 12:55
Assalamialaikum, Wr. Wb.
Kenalkan nama saya taufik. saya dari instansi BATAN. Saya sebebnarnya sudah ingin mengikuti fungsional peneliti LIPI, namun karena ada aturan baru yang mengharuskan mengikuti diklat fungsional, saya harus mencari informasi diklatnya. Sayangnya saya udah buka di website LIPI gak ketemu. Kalau boleh tau informasi pelatihan peneliti pertama bisa saya peroleh di alamat mana yah? atau ada alamat mail panitia yang bisa saya hubungi?
Terima kasih atas bantuannya?
Wassalam
May 10th, 2007 at 13:11
# Taufik: Waalaikum salam. Mungkin bisa kontak langsung ke Pusbindiklat LIPI pak.
June 21st, 2007 at 13:32
Terima kasih Mas Rommy atas infonya.
Saya Dosen baru di Papua, PNS, ngajar Etika n Filsafat. Saat ini lagi mau belajar gimana caranya bikin blog, kebetulan ketemu postingan ini. Mantap banget Mas.
Untuk info Diklat Penelitinya, mudah-mudahan ada kesempatan biar bisa ikut. Kalau tidak ada juga, biar kerjain hal-hal kecil dulu.
Tetap semangat ya Mas, maksudnya “berbagi” biar lancar terus.
June 21st, 2007 at 18:23
# Nikolas: Sip mas terima kasih
September 19th, 2007 at 10:12
Assalamu alaikum wr.wb
saya adalah seorang tenaga laboratorium pada fakultas teknik universitas negeri makassar di makassar yang ingin saya tanyakan apakah boleh seorang tenaga laboratoroum seperti saya menjadi fungsional peneliti. terima kasih. Wassalam
October 3rd, 2007 at 20:14
[…] Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada sedikit yang baca di jurnal teknodik, saya share sekarang di blog ini … heheh […]
October 17th, 2007 at 13:11
Ya kalau Mas Romi ranking 1 ya memang seharusnya. Kalo nggak aneh juga wong track reocord penelitian dan penulisaanya juga segitu panjang.
Mas Romi jarene wong semarang ” menang ora kondang, yen kalah ngisin-ngisini” Hihihi…..
Selamat Mas, ditunggu karya2 terbaiknya (lagi).
December 11th, 2007 at 13:57
[…] Desember 11, 2007 · Disimpan dalam e-learning Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 14th, 2007 at 1:10
[…] Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 14th, 2007 at 12:59
[…] Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 16th, 2007 at 0:54
[…] Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 16th, 2007 at 15:39
[…] Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 17th, 2007 at 19:52
[…] Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
December 18th, 2007 at 15:13
[…] Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini … […]
January 2nd, 2008 at 16:57
Mohon info pekerjaan peneliti berapa % di kantor dan berapa % dilapangan trims
January 19th, 2008 at 23:37
kemana kami bisa mendapatkan informasi tentang institusi ynag membutuhkan seorang peneliti
March 14th, 2008 at 14:27
Selamat dan sukses kepada Pak Romi Satria Wahono.
Semoga semua peserta Diklat Peneliti yang akan datang mendapat Piagam Penghargaan Peringkat Pertama seperti Pak Romi (Lalu, Siapakah yang menjadi Juara 2, 3, dan seterusnya?). Maksudnya dalam penguasaan materi diklatnya. Saya sering berangan-angan dapat menjadi peneliti yang sukses menghasilkan produk yang berguna untuk masyarakat. Apakah ada komunitas yang selama ini sudah bisa menampung harapan tersebut? Apakah ada suatu institusi yang memang diberi wewenang & kewajiban untuk meneliti & menghasilkan suatu teknologi modern yang tepat guna? Misal, dulu PT. DI oleh Prof. BJ Habibi yang berkutat dalam pengembangan kapal terbang. Apakah memang semua teknologi yang setiap hari kita pakai adalah produksi asing?
Apakah sudah ada komunitas yang mengadakan pengumpulan dana dari seluruh Bangsa indonesia (bukan pajak lo?)untuk melakukan penelitian teknologi modern yang tepat guna yang nantinya menjadi milik Bangsa Indonesia (Jadi tidak dapat diperjual belikan)?
Semoga semua mimpi saya di atas telah dilakukan oleh generasi penerus Bangsa Indonesia khususnya Peneliti, termasuk Pak Romi dong?
Terima kasih atas informasi tentang Kehidupan Diklat Penelitinya.
Sukses ya untuk semua Peneliti.
March 25th, 2008 at 15:43
Terima kasih Pak Romi atas infonya, Oh ya. Mau tanya kalau peneliti di bidang IT itu apa aja ya kerjanya ? rencananya mungkin mo menuju kesana ? apa sama dengan peneliti yang lain, bikin artikel/survei ?
June 30th, 2008 at 12:44
saya mahasiswa pascasarjana magister hukum. saat ini sedang persiapan tesis, saya mau membuat tesis dgn menggunakan uu ite, artikel bapak di seminar& sosialisasi uu ite di ui tidak bisa saya akses.bisakah saya memperoleh materi tersebut pak?
July 2nd, 2008 at 13:39
Halo halo..help me please..kapan siy,diklat fungsional peneliti utk tahun 2008 ini?Saya pns calon peneliti niih..n udah 6 tahun menanti2 bs mjd pejabat fungsional peneliti..